- Tapanuli Tengah: Masinton Pasaribu-Mahfud Efendy
- Gunungsitoli: Sowa’a Laoly-Martinus Lase
- Serdang Bedagai: Darma wijaya-Adlin Tambunan
- Nias Selatan: Sokhiatulo-Yusuf Nakhe
- Nias: Ya’atulo Gulo-Arota Lase
- Nias Barat: Eliyunus Waruwu-Soziskhi Hia
- Tebing Tinggi: Inam Irduan Saragih-Chairil Mukmin
- Humbang Hasundutan: Oloan Nababan-Rebeka Marbun
Sudah di Magelang, Bupati Humbahas Oloan Batal Ikut Retreat

1. Oloan sudah berada di Magelang, namun tidak hadir di retreat

Kata Oloan kepada awak media, saat ini dirinya sudah berada di Magelang. Namun dia belum hadir di lokasi retreat. Saat ini dia hanya menunggu instruksi lanjutan dari partainya.
"Saya saat ini sedang di Kota Magelang, tetapi saya tidak masuk atau tidak mengikuti kegiatan retreat Akademi Militer. Saya hanya 'Standby On Call atau Siaga Saat Panggilan' di Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah," katanya, Jumat (21/2/2025).
2. Ada 8 kepala daerah dari PDI Perjuangan di Sumatra Utara

Untuk diketahui, ada 8 kepala daerah yang merupakan kader PDI Perjuangan di Sumatra Utara. Mereka antara lain;
3. Instruksi tidak mengikuti retreat terbit setelah KPK menetapkan Sekjen Hasto tersangka korupsi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melarang kader partainya yang dilantik sebagai kepala daerah mengikuti retreat di Akadami Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Instruksi ini terbit setelah penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adapun, larangan itu tertuang dalam Instruksi Harian Ketua Umum Nomor 7294 / IN/DPP/ II/ 2025 tertanggal 20 Februari 2025, yang ditandatangi langsung oleh Megawati.Juru Bicara PDIP Guntur Romli membenarkan mengenai instruksi larangan mengikuti retreat di Lembah Tidar bagi seluruh kepala daerah dari PDIP.
"Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025," bunyi kutipan surat intruksi, dikutip Kamis (20/2/2025).Kepala daerah dari PDIP yang sudah terlanjur berangkat ke Magalang, diminta berhenti sampai menunggu arahan langsung dari Megawati.
"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum."Megawati juga meminta agar seluruh kader tetap bersiaga mendengarkan instruksi dan perintah lanjutan."Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call."



















