Ledakan Grand Polonia, Polisi Temukan Titik Kebocoran Gas

- Polisi menemukan titik kebocoran gas metana yang diduga memicu ledakan rumah di Kompleks Grand Polonia, Medan, meski lokasi detail pipa belum diungkap.
- Investigasi bersama Labfor Polda Sumut dan PGN mengarah pada kebocoran gas metana, bukan faktor lain; penggalian bawah bangunan berlangsung tiga hingga empat hari secara hati-hati.
- Ledakan 22 Juli 2026 menewaskan tiga orang dan menyisakan empat korban selamat; polisi telah memeriksa 36 saksi dan akan mengungkap kronologi lengkap.
Medan, IDN Times – Polisi akhirnya menemukan titik kebocoran gas yang diduga menjadi penyebab ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan. Setelah melakukan penggalian dan investigasi selama beberapa hari, petugas memastikan ledakan tersebut berkaitan dengan kebocoran gas metana.
Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menemukan lokasi sumber kebocoran. Namun, polisi masih belum membeberkan secara rinci posisi pipa yang mengalami kebocoran, termasuk berada di lantai berapa rumah tersebut. Namun dia enggan menyebut di mana titiknya.
"Puji Tuhan, kemarin kita sudah menemukan titiknya. Sementara itu yang bisa saya sampaikan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn Simanjuntak, saat diwawancarai di Polsek Sunggal pada Sabtu (1/8/2026).
1. Polisi pastikan ledakan bukan akibat faktor lain

Calvijn menjelaskan, setelah kejadian ledakan, petugas langsung melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya kandungan gas metana di area rumah yang mengalami ledakan.
Setelah memastikan kondisi tersebut, petugas bersama tim SAR dan TNI melakukan evakuasi terhadap tujuh orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Awalnya kita memastikan bahwa adanya kandungan gas metana di TKP," ujar Calvijn.
Polrestabes Medan kemudian melakukan investigasi bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut dan pihak Perusahaan Gas Negara (PGN). Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, polisi menduga ledakan berasal dari kebocoran gas metana.
"Polisi menduga penyebab ledakan adalah kebocoran gas metana, bukan hal lain," katanya.
2. Penggalian dilakukan hati-hati untuk mencari sumber kebocoran

Kapolrestabes Calvijn mengatakan proses menemukan titik kebocoran membutuhkan waktu karena petugas harus melakukan penggalian di bagian bawah bangunan. Penggalian dilakukan selama tiga hingga empat hari dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dan pekerja profesional. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya kerusakan tambahan atau bangunan kembali runtuh.
"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang tiga sampai empat hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," ujar Calvijn.
Setelah titik kebocoran ditemukan, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum hingga setelah ledakan terjadi.
3. Polisi segera ungkap kronologi lengkap ledakan Grand Polonia

Calvijn mengatakan pihaknya akan menyampaikan hasil investigasi secara menyeluruh setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Menurutnya, polisi tidak hanya akan mengungkap lokasi kebocoran, tetapi juga menjelaskan bagaimana proses awal sebelum ledakan, saat kejadian berlangsung, hingga kondisi setelah insiden tersebut.
"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," tandasnya.
Sebelumnya, rumah mewah di Kompleks Grand Polonia Medan mengalami ledakan pada Rabu (22/7/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya selamat. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 36 saksi.
Korban meninggal dunia terdiri dari istri pemilik rumah, baby sitter, dan pembantu rumah tangga. Sementara korban selamat yakni ayah pemilik rumah, anak pemilik rumah, kurir paket Shopee, dan sopir.



















