5 Pemuda Sergai Ditangkap, Kompak ‘Giring’ 700 Bebek Peternak

Serdang Bedagai, IDN Times – Lima orang pemuda di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara harus berurusan dengan polisi. Mereka ditangkap karena diduga ‘menggiring’ (mencuri) bebek di Dusun XI, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kasus ini bermula saat pengusaha ternak bebek RS dan AB melapor ke Polres Sergai. Mereka mengaku kehilangan 700 ekor bebek pada 26 November 2024. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.
Lima tersangka yang ditangkap yakni, Feri (36), Wanda (28), Sahrul (44), Irman (31) dan Sandi (36). Para tersangka merupakan warga Serdangbedagai.
1. Aksi 'giring' bebek terekam CCTV

Kasus ini bermula saat pemilik datang ke lokasi persawahan tempat ia memelihara ternaknya pada pukul 07.00 WIB. Korban terkejut mendapati seluruh bebeknya telah raib. Usaha pencarian di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil, sehingga ia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Serdang Bedagai.
Unit Reserse Kriminal Polres Serdang Bedagai segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat aksi tiga orang pelaku yang menggiring ratusan ekor bebek ke jalan desa.
“Para pelaku kemudian mengangkut bebek-bebek tersebut ke dalam sebuah mobil. Jejak ban mobil yang ditinggalkan di lokasi menjadi petunjuk tambahan bagi polisi,” kata Kasi Humas Polres Sergai Ipda Ardika Junaidi Napitupulu, dalam keterangan tertulis Senin (16/12/2024).
2. Polisi menangkap satu per satu tersangka

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap Feri pada 10 Desember 2024. Menyusul pelaku yang lainnya.
“Ini merupakan sindikat pencurian,” kata Ardika.
3. Sudah pernah mencuri 200 bebek

Bukan kali ini saja para pelaku beraksi. Mereka mengaku sudah kedua kalinya mencuri bebek.
Pada aksi pertama, mereka sukses mencuri 200 ekor bebek di lokasi berbeda. Para tersangka telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.
Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pelaku lain dan keberadaan ratusan ekor bebek yang belum ditemukan.
"Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan pelaku secara menyeluruh," pungkasnya.