Comscore Tracker

Batu Misterius di Tapteng, Diduga Asteroid Hingga Wahana Antariksa

LAPAN tengah melakukan pengecekan

Medan, IDN Times – Batu yang jatuh menimpa rumah warga di Tapanuli Tengah masih menjadi misteri. Belum diketahui apakah memang batu itu adalah benda langit dari antariksa yang masuk ke atmosfer bumi, ataukah kemungkinan lainnya.

Batu itu pertama kali ditemukan oleh Josua Hutagalung, Sabtu 1 Agustus 2020 petang. Batu seberat 2,2 Kg itu menimpa rumahnya yang berada di Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

1. LAPAN akan memeriksa komposisi batu misterius tersebut

Batu Misterius di Tapteng, Diduga Asteroid Hingga Wahana AntariksaPemilik rumah, Josua saat memperlihatkan batu yang diduga meteor (Istimewa/Dok IDNTimes)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan komentar atas penemuan batu misterius itu. Mereka berencana akan memeriksa batu tersebut. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan LAPAN di Agam, Sumatra Barat

“Saya sudah komunikasi dengan teman-teman di LAPAN Agam supaya dibawa ke laboratorium geologi untuk memastikan komposisi bendanya,” ujar Koordinator Diseminasi di Pusat Sains Antariksa LAPAN Emmanuel Sungging, kepada IDN Times, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Viral! Pembuat Peti di Tapteng Dapat Batu Misterius Jatuh dari Langit

2. Diduga dari sisa wahana antariksa hingga asteroid

Batu Misterius di Tapteng, Diduga Asteroid Hingga Wahana Antariksablog.goo.ne.jp

Saat ditemukan Josua, batu itu masih dalam keadaan hangat. Kondisinya masuk ke dalam tanah karena kecepatannya cukup tinggi.

Emmanuel mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari penelitian laboratorium. Pun begitu, batu tersebut diduga benda langit yang tidak habis saat masuk ke atmosfer bumi.

“Perlu dicek, apakah itu dari bahan buatan (sisa roket/wahana antariksa) atau alamiah (asteroid),” pungkasnya.

3. Batu misterius itu ditawar Rp200 juta

Batu Misterius di Tapteng, Diduga Asteroid Hingga Wahana AntariksaBatu yang diduga meteor jatuh di Tapteng (Dok. IDN Times)

Josua yang sehari-hari bekerja sebagai perajin peti mati menganggap batu itu pertanda baik. Sebelum kejadian, Josua dan keluarganya tidak memiliki firasat aneh. Demikian juga dengan tanda-tanda lewat mimpi. Semuanya berjalan seperti biasa. Batu itu tidak jatuh tepat di atas rumah bagian utama. Melainkan di bagian pinggir.

“Kalau memang batu itu pertanda buruk, bisa saja batunya menghantam bagian tengah rumah, atau mengenai anggota keluarga kami. Tetapi batu itu jatuh di pinggir atap rumah, dan tertanam ke tanah. Makanya saya yakin, bahwa batu itu pertanda baik karena tidak ada melukai atau merusak rumah kami,” bebernya.

Batu yang belum diketahui asal-usulnya itu sudah ditawar Rp200 juta oleh warga lainnya. Lantaran proses kejadiannya yang sangat jarang.

“Kemarin sudah ada yang minta batu ini seharga Rp200 juta, tapi saya jawab batu itu gak saya jual. Saya gak tahu apakah mereka serius atau tidak,” ungkapnya.

Sampai sekarang batu itu dijaganya dengan baik. Jika pun ada yang menawarnya dengan harga yang cocok, dia tidak akan menjual seutuhnya.

“Kalau seumpamanya ada yang beli batu itu dengan harga yang lebih, hanya sebagian yang saya jual. Artinya, harus ada tetap tinggal sama kami. Jadi kalau seutuhnya, saya tidak jual, biar saya simpan saja, karena itu menjadi sejarah yang sangat berharga bagi kami,” pungkasnya.

Baca Juga: Ini Penampakan Batu yang Diduga Meteor Jatuh di Atap Rumah Warga 

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya