Astindo Optimis Wisatawan India akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Medan, IDN Times - Saat ini, jumlah wisatawan asal India yang berkunjung ke Sumatera Utara diprediksi masih sangat kecil dibandingkan potensinya. Dari sekitar 600 ribu wisatawan India yang datang ke Indonesia, hanya sekitar 3.000 orang yang memilih Sumatera Utara sebagai tujuan. Kesenjangan inilah yang mendorong Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumatera Utara untuk lebih fokus menggarap pasar wisata India.
Ketua Astindo Sumut, Tengku Feria Aznita, menyebut bahwa kondisi ini justru membuka peluang besar dan optimis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan India ke Sumut, sebagai pertumbuhan ekonomi di Sumut.
“Kita sudah dengar bahwa wisatawan India ke Sumut masih sekitar 3.000 orang. Padahal, ke Bali saja sudah mencapai 600 ribu orang. Jadi kita optimis dapat mengundang lebih banyak turis dari India,” kata Tengku Feria.
1. Astindo akan lebih fokus mengemas dan membuat paket-paket wisata Sumatera Utara

Dia menjelaskan, gagasan untuk lebih serius mempromosikan wisata Sumut ke pasar India muncul dari pertemuan dengan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel. Dalam pertemuan tersebut, Konjen India menyampaikan keinginan untuk ikut mempromosikan Sumut di India.
“Dari situ muncul ide untuk mengundang travel agent di Sumut agar lebih fokus mengemas dan membuat paket-paket wisata Sumatera Utara,” katanya.
Menurut Tengku Feria, salah satu perhatian utama dalam menyasar wisatawan India adalah menyesuaikan kebutuhan dan preferensi mereka, termasuk soal kuliner. Wisatawan India memiliki kebiasaan khusus terkait makanan, sehingga aspek tersebut perlu disiapkan dengan serius.
“Kami menanyakan gaya wisatawan India. Salah satu isu yang muncul adalah soal makanan. Jadi, kami siapkan makanan khas India satu atau dua kali sehari,” tuturnya.
2. Bukit Lawang dan Danau Toba akan menjadi destinasi andalan bagi Astindo sebagai promosi ke wisawatan

Dalam strategi promosi tersebut, Astindo Sumut akan mengunggulkan destinasi Bukit Lawang dengan daya tarik orangutan sebagai salah satu ikon utama. Selain itu, Danau Toba juga menjadi bagian penting dalam paket wisata yang ditawarkan.
Dia optimistis upaya ini akan membuahkan hasil, terlebih setelah melihat keberhasilan Bali menarik ratusan ribu wisatawan India setiap tahunnya. Untuk 2026, Astindo Sumut telah menyiapkan sejumlah langkah konkret guna menarik minat wisatawan India.
“Pertama, kita menyiapkan paket-paket tour yang akan dikirim oleh Pak Ravi ke travel agent di India. Kedua, kita bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi untuk mengadakan famtrip bagi travel agent India,” ujarnya.
Melalui famtrip tersebut, para agen perjalanan India diharapkan dapat merasakan langsung pengalaman wisata di Sumut, termasuk ke Danau Toba dan Bukit Lawang, sehingga lebih mudah memasarkan destinasi tersebut kepada wisatawan.
3. Akan ada dikemas kegiatan kelas memasak dengan bahan rempah-rempah khas Sumut

Terkait belum adanya penerbangan langsung dari Bandara Internasional Kualanamu ke India, Tengku Feria mengakui perjalanan saat ini masih dilakukan melalui jalur transit di Malaysia atau Singapura. Namun, ia tetap optimis.
"Kita juga bekerja sama dengan pihak Bandara Kualanamu untuk ikut mempromosikan, supaya ke depan terjadi peningkatan trafik. Saat ini, prioritas utama adalah mendatangkan wisatawan dari India ke Sumut,” ujarnya.
Lanjutnya, antusiasme para travel agent yang hadir dalam pertemuan tersebut menunjukkan optimisme bersama untuk mempromosikan Sumut ke pasar India. Selain paket wisata alam dan budaya, Astindo Sumut juga berencana memasukkan aktivitas berbasis pengalaman dalam paket perjalanan.
“Dalam paket itu nanti kita kemas kegiatan seperti cooking class. Kata Pak Konjen, wisatawan India tertarik dengan makanan berempah, jadi kami ingin mengenalkan kuliner berempah Sumatera Utara melalui cooking class,” pungkasnya.

![[Foto 1] Harris Hartanto Tan, CEO dan Co-Founder Coffeenatics (kanan) dan Norita Chai, Co-Founder dan COO Coffeenatics (kiri) mengenalkan kopi tubruk menggunakan biji kopi Tapanuli Selatan di Paviliun Indonesia, Wo.jpeg](https://image.idntimes.com/post/20260202/upload_4f573020d8ebf2a3f2eadf6da4ca9cd2_712fe9c7-2f55-457e-942d-16af9f0dc9c1.jpeg)
















