Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Samera Prediksi Industri Properti Masuki Fase Pemulihan 2026

IMG-20260130-WA0012.jpg
Temu Ramah Media bersama Chairman Samera Group, Adi Ming E (Dok. Samera Group)
Intinya sih...
  • Perhatian utama Samera Group pada pemilihan elevasi lahan dan sistem drainase yang terintegrasi untuk kualitas hunian jangka panjang.
  • Optimisme Adi Ming E terhadap pemulihan sektor properti pada tahun 2026 didukung oleh kebijakan pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP hingga 31 Desember 2026.
  • Samera Group berani meluncurkan produk perumahan dalam berbagai kondisi pasar, dengan keyakinan bahwa kebutuhan hunian masih tinggi dan relevan bagi masyarakat urban.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Chairman Samera Group, Adi Ming E, menyampaikan optimisme bahwa sektor properti nasional akan memasuki fase pemulihan pada tahun 2026. Keyakinan ini didukung oleh banyak pakar ekonomi tentang membaiknya berbagai indikator makroekonomi serta keberlanjutan kebijakan pemerintah yang mendukung sektor perumahan.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Ming E menjelaskan alasan Samera Group mengangkat tagline Perumahan Bebas Banjir pada kawasan Samera Djohor. Ia menegaskan bahwa isu banjir bukan sekadar narasi pemasaran, melainkan komitmen fundamental dalam perencanaan kawasan.

"Kami tidak ingin menjual janji, tetapi menghadirkan kepastian hunian yang aman dan nyaman untuk puluhan tahun ke depan. Dan ketika kemarin ujian banjir itu datang, masyarakat merasakan buktinya," ujar Adi Ming E. Adi Ming E mengungkapkan bahwa seluruh proyek perumahan Samera Group dirancang dengan standar yang sama terkait mitigasi banjir.

Bahkan, dia berseloroh bahwa kawasan hunian Samera Group tidak tergenang air, sekalipun dalam banjir parah yang menimpa Sumut kemarin. Pendekatan ini dilakukan melalui kajian historis kawasan serta perhitungan teknis yang matang sejak tahap awal pengembangan.

1. Pemilihan elevasi lahan dan sistem drainase yang terintegrasi.

IMG-20260130-WA0011.jpg
Temu Ramah Media bersama Chairman Samera Group, Adi Ming E (Dok. Samera Group)

Dari sisi teknis, perhatian utama Samera Group terletak pada pemilihan elevasi lahan dan sistem drainase yang terintegrasi. Menurut Adi Ming E, kesalahan dalam menentukan dua aspek tersebut akan berdampak panjang terhadap kualitas hunian dan kenyamanan penghuni. Oleh karena itu, seluruh infrastruktur disiapkan bukan untuk kebutuhan sesaat, melainkan untuk penggunaan jangka panjang hingga lintas generasi.

Membahas outlook sektor properti tahun ini, Adi Ming E menilai 2026 sebagai momentum kebangkitan yang telah lama dinantikan. Ia menyebut bahwa tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri.

“Kami melihat 2026 sebagai titik balik, dan itu diungkapkn juga oleh banyak pakar, bahwa kepercayaan konsumen mulai pulih dan pasar bergerak lebih sehat," katanya.

2. Inovasi tidak hanya terbatas pada strategi (gimmick) penjualan, tetapi juga pada peningkatan fasilitas hingga kualitas bangunan

IMG-20260130-WA0013.jpg
Temu Ramah Media bersama Chairman Samera Group, Adi Ming E (Dok. Samera Group)

Optimisme tersebut juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti hingga 31 Desember 2026.

Kebijakan ini dinilai memberi ruang bagi developer untuk lebih inovatif dalam menghadirkan produk hunian. Inovasi tidak hanya terbatas pada strategi (gimmick) penjualan, tetapi juga pada peningkatan fasilitas, kualitas bangunan, dan spesifikasi unit.

3. Memahami perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat urban

IMG-20260130-WA0010.jpg
Temu Ramah Media bersama Chairman Samera Group, Adi Ming E (Dok. Samera Group)

Samera Group ini dikenal sebagai developer yang berani meluncurkan produk perumahan dalam berbagai kondisi pasar. Keberanian ini didasarkan pada keyakinan bahwa, kebutuhan hunian masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan unit. Dengan memahami perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat urban, Samera Group berupaya menghadirkan hunian yang relevan dan adaptif.

Terkait properti sebagai instrumen investasi, apalagi untuk menandingi instrumen emas, Adi Ming E menilai tren tersebut masih belum signifikan. Berdasarkan data internal, pembelian rumah masih didorong oleh kebutuhan hunian tinggal, bukan spekulasi investasi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dengan lokasi tepat, pengelolaan kawasan yang baik, serta komitmen layanan purna jual, properti tetap memiliki potensi pertumbuhan nilai aset yang menjanjikan dalam jangka panjang.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Samera Prediksi Industri Properti Masuki Fase Pemulihan 2026

02 Feb 2026, 18:10 WIBNews