Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gara-gara Curi Buah, Pria di Medan Labuhan Tewas Diduga Dianiaya

Gara-gara Curi Buah, Pria di Medan Labuhan Tewas Diduga Dianiaya
Foto Dody Muhammad semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Muhammad Dody, warga Medan Labuhan, meninggal dunia diduga setelah dianiaya usai tertangkap mencuri buah matoa di rumah tetangga.
  • Keluarga korban melaporkan kasus ini ke polisi dan meminta keadilan atas dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan kematian Dody.
  • Hasil autopsi menunjukkan tubuh Dody penuh luka lebam serta keluarnya darah dari hidung dan mulut, memperkuat dugaan adanya penganiayaan sebelum meninggal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Suasana duka menguar di kediaman Muhammad Dody (29 tahun), warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, yang meninggal dunia diduga usai mencuri buah di rumah tetangga. Usai diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, jenazahnya segera dimakamkan oleh keluarga di Tempat Pemakaman Umum.

Selasa (7/4/2026) IDN Times mendatangi rumah duka yang masih ramai didatangi sanak saudara. Atas insiden yang menimpa Dody, keluarga telah mantap melaporkan kasus ini ke polisi dan pemerintah setempat.

1. Keluarga syok mendapat kabar pada dini hari bahwa anak mereka ditangkap dan sudah tidak bernyawa

IMG_20260407_150611.jpg
Kamalia selaku ibu kandung Dody (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kamalia Batubara (52 tahun) hanya dapat pasrah menerima fakta bahwa anak sulungnya, Dody, meninggal dunia. Kepada IDN Times ia bercerita kala dirinya tiba-tiba dibangunkan pada Senin (6/4/2026) dini hari oleh tetangganya.

"Jam 4 pagi temannya datang ke rumah. Saya kan di sini jualan, saya pikir orang mau beli rokok, karena biasa kalau saya jualan itu tengah malam ada yang panggil. Ternyata tetangga, dia bilang kalau Dody anak saya ditangkap gara-gara mencuri buah matoa," cerita Kamalia.

Ia begitu syok mendengar kabar tersebut. Karena mempunyai riwayat penyakit jantung, ia memutuskan untuk tidak melihat kondisi anaknya. Hanya suaminya dan tetangga sajalah yang pergi melihat.

"Jam 9 pagi barulah saya dapat kabar bahwa ternyata anak saya, Dody, sudah meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan," lanjutnya.

2. Dody meninggal dunia diduga dianiaya usai mencuri buah matoa di rumah tetangga

IMG_20260407_150544.jpg
Suasana di rumah duka Dody Muhammad (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Ayah Dody bernama Zulkarnaen (56 tahun) menimpali bahwa mereka sangat menyayangkan dugaan aksi main hakim sendiri. Terlebih menurutnya kematian anaknya disebabkan karena aksi mencuri buah.

"Kejadian ini tentu tidak saya inginkan, kejadiannya hanya mengambil buah aja. Tapi kok sampai disiksa begini, bahkan sampai dia meninggal," ujar Zulkarnaen sembari menahan air mata yang berdesakkan meluruh.

Mendengar kabar anaknya meninggal dan sudah dibawa ke rumah sakit, Zulkarnaen segera membuat laporan polisi. Termasuk memutuskan agar jenazah anaknya diautopsi.

"Kami ngurusnya sampai jam 8 malam. Kami ke Rumah Sakit Bhayangkara mengambil anak saya. Di sana jenazah Dody diautopsi, setelah selesai barulah kami bawa ke rumah duka. Jadi saya sebagai orang tua gak sanggup melihat anak saya kayak begini. Hanya gara-gara buah matoa dia jadi korban. Bahkan habis dianiayanya, saya pun tidak tahu siapa yang bawa anak saya ke rumah sakit," bebernya.

3. Keluarga: tubuh anak saya penuh luka lebam

IMG_20260407_150528.jpg
Foto Dody Muhammad semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Zulkarnaen menjelaskan bahwa di tubuh anaknya terdapat sejumlah luka. Hidung dan mulut Dody bahkan sampai mengeluarkan darah.

"Kalau waktu jenazah anak saya dimandikan, kami gak bisa lihat orang tuanya. Gak diizinkan masuklah ke ruangan autopsi tadi. Kemudian kami menunggu di luar. Setelah dibungkus, kami jemput dan bawa pulang. Tubuh anak saya utuh, namun ada darah di hidung dengan mulutnya. Ada juga memar-memar di badan, kepala, sampai wajahnya," jelas Zulkarnaen.

Dody merupakan anak pertama yang saban harinya bekerja sebagai seorang sopir. Usai membuat laporan polisi, keluarga berharap agar terduga pelaku penganiayaan yang membuat nyawa Dody melayang segera ditangkap.

"Kalau pun memang dia bersalah, bisa bawalah anak saya ke kantor polisi. Janganlah disiksa begitu. Kalau disiksa kan istilahnya ada penganiayaan. Jadi kami sebagai orang tua, tak terima, anak saya dibuat seperti binatang," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More