Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemukiman Terdampak Longsor di Desa Sembahe Diisolasi Sementara

Pemukiman Terdampak Longsor di Desa Sembahe Diisolasi Sementara
Basarnas evakuasi korban meninggal akibat longsor (dok.Basarnas)
Intinya Sih
  • Hujan deras di Desa Sembahe menyebabkan banjir dan longsor yang menewaskan lima orang serta merusak enam rumah, sementara seluruh korban telah berhasil dievakuasi.
  • Wilayah terdampak longsor diisolasi sementara oleh petugas gabungan untuk mencegah korban tambahan dan memastikan kondisi mahkota longsor benar-benar stabil.
  • Petugas mempertimbangkan pembersihan material longsor secara manual karena penggunaan alat berat dikhawatirkan memicu longsor susulan, dengan sekitar 150 hingga 200 personel dikerahkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Deli Serdang, IDN Times - Hujan deras yang melanda Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit membawa petaka bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. Banjir disertai longsor tak terelakkan hingga mengakibatkan 5 orang meninggal dan 6 rumah mengalami kerusakan berat.

Korban meninggal dan 1 luka-luka sudah dievakuasi petugas gabungan. Begitu pula dengan material longsor yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas Medan-Berastagi.

1. Sudah tidak ada lagi korban longsor yang dinyatakan hilang

-
Petugas gabungan melakukan evakuasi korban longsor (dok.BPBD Sumut)

Herry Marantika selaku Kepala Kantor SAR Medan menjelaskan bahwa bencana di Desa Sembahe terjadi akibat hujan deras semalaman. Sehingga longsor dan banjir tak mampu terelakkan.

Rabu (8/4/2026) siang Herry tak urung menjelaskan situasi terkini. Ia mengklaim bahwa tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang.

"Sejauh ini korban sudah kita sisir dan dinyatakan tidak ada lagi yang belum ditemukan. Artinya sudah tidak ada lagi korban," kata Herry.

Meskipun begitu, petugas gabungan tetap bersiaga di lokasi. Alat berat juga masih melakukan pengerjaan pembersihan material.

"Kami dari tim SAR dan tim gabungan tetap melakukan pemantauan," lanjutnya.

2. Pemukiman terdampak longsor di Desa Sembahe diisolasi sementara waktu

-
Basarnas evakuasi korban meninggal akibat longsor (dok.Basarnas)

Sementara itu Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, mengatakan bahwa petugas gabungan turut waspada. Sebab ada kemungkinan terjadinya longsor susulan

"Langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah yang paling utama karena kita analisa dan evaluasi masih ada mahkota longsor. Oleh sebab itu yang paling utama kita melakukan isolasi daerah tersebut," jelas Rantau.

Ia melanjutkan bahwa isolasi ini dilakukan guna menghindari korban lanjutan. Mereka sembari memastikan apakah mahkota longsor sudah tak ada lagi.

"Setelah kita isolasi kita akan menunggu sekaligus mengasistensi 2 atau 3 jam ke depan apakah mahkota longsor sudah benar-benar berhenti. Kalau sudah berhenti maka kita akan melaksanakan langkah penyisiran, pengikisan mahkota di puncaknya supaya lebih landai," bebernya.

3. Petugas gabungan pertimbangkan pembersihan longsor secara manual

-
Pembersihan material di rumah yang diterjang longsor (dok.istimewa)

Rantau menerangkan apabila puncak longsoran sudah dikikis, maka mereka akan melaksanakan pembersihan. Bukan hanya itu, petugas gabungan juga menambah pencarian lanjutan bersama-sama.

"Untuk membersihkan material kita melihat beberapa jam ke depan apakah memungkinkan menggunakan alat berat atau justru manual," tutur Rantau.

Ada alasan mengapa pihaknya mempertimbangkan untuk tidak melakukan pembersihan menggunakan alat berat. Sebab getaran dari alat berat bisa saja mengakibatkan longsor susulan.

"Dalam melakukan pembersihan ini, ada sekitar 150 sampai 200 personel gabungan," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More