Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nyak Sanang, Penyumbang Pesawat Pertama Indonesia Wafat

Nyak Sanang, Penyumbang Pesawat Pertama Indonesia Wafat
Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pembelian kapal Seulawah RI-001. (Dokumentasi warga)

Banda Aceh, IDN Times - Nyak Sandang, salah seorang penyumbang untuk pembelian pesawat Republik Indonesia (RI) pertama atau Seulawah R1-001 meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).

Informasi tersebut dibenarkan oleh Ataillah selaku cucu dari pria asal Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, tersebut.


1. Nyak Sandang siang tadi

WhatsApp Image 2026-04-07 at 18.45.16.jpeg
Salah satu donatur pesawat pertama Indonesia Nyak Sandang mengunjungi replika pesawat RI 001 Seulawah di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh, Selasa (20/3/2018).(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Ataillah mengatakan selama ini Nyak Sandang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain karena faktor usia, salah seorang penyumbang pesawat Seulawah R1-001 tersebut juga pernah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kakek meninggal jam 12 tadi di rumah," kata Ataillah, Selasa.


2. Meninggal hampir berusia satu abad atau 99 tahun

c34c9089_6bcb_4abe_b946_c4c741149deb-1024x576.jpg
Nyak Sandang memperlihatkan bukti obligasi sebagai donatur pembelian pesawat Seulawah 001.(Foto: ACT)

Sang cucu menyebutkan bila Nyak Sandang dimakamkan di kampung halamannya, yakni Gampong Lhuet. Nyak Sandang sendiri, lahir pada 4 Februari 1927 atau 99 tahun silam.

"Kakek meninggal lebih kurang hampir di umur 100 tahun," ujar Ataillah.


3. Sekilas tentang Nyak Sandang

95099-teungku-nyak-sandang-bin-lamudin-menerima-bintang-jasa-utama-dari-presiden-prabowo.jpg
Nyak Sandang saat berjumpa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Dokumentasi Sekretariat Negara)

Nyak Sandang merupakan salah seorang penyumbang untuk pembelian Seulawah R1-001 pada saat awal kemerdekaan Republik Indonesia. Kala itu, ia mengaku menyumbangkan satu petak sawah seharga Rp 100 pada tahun 1950.

Hasil penjualan sawah tersebut kemudian ia sumbangkan untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. Kakek asal Aceh Jaya itu masih ingat betul proses penggalangan dana untuk pembelian alat transportasi udara itu.

Selain menyumbang, Nyak Sandang juga ikut berjuang melawan penjajah dan bertugas sebagai pasukan pengintai. Sebagai kepala kelompok, Sandang bertanggung jawab penuh untuk pemantauan.

Dedikasi Nyak Sandang pernah mendapat pengakuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia diberi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Jakarta, Senin, pada Senin (25/8/2025).

Penghargaan itu diberikan karena Nyak Sandang dinilai berjasa besar dalam bidang perjuangan kemerdekaan dan kemandirian transportasi udara nasional. Prabowo tampak duduk berlutut menyematkan tanda kehormatan itu kepada Nyak Sandang.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat

07 Apr 2026, 23:00 WIBNews