Daging Kambing vs Sapi,: Mana Lebih Sehat untuk Idul Adha?

- Daging kambing memiliki kadar kolesterol dan lemak lebih rendah dibanding sapi, namun tetap perlu dikonsumsi dengan porsi wajar agar tidak memicu masalah kesehatan.
- Cara pengolahan berpengaruh besar terhadap kesehatan; membakar atau memanggang daging lebih disarankan dibanding menggoreng atau memasak dengan santan kental.
- Daging kambing kaya zat besi dan vitamin B12 untuk energi serta kekebalan tubuh, sedangkan daging sapi unggul dalam protein, asam amino, dan carnosine yang mendukung fungsi otot.
Medan, IDN Times – Hari Raya Idul Adha identik dengan aneka hidangan lezat berbahan daging kurban. Mulai dari sate, rendang, gulai kambing, semur, hingga sup daging menjadi menu favorit yang selalu hadir saat momen Lebaran Haji.
Di Indonesia, daging kurban yang paling sering dikonsumsi biasanya berasal dari sapi dan kambing. Keduanya sama-sama kaya protein dan bisa diolah menjadi berbagai masakan menggugah selera. Namun, tak sedikit orang yang masih bingung memilih mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Pertanyaan seputar kandungan nutrisi, kadar lemak, hingga kolesterol pada daging sapi dan kambing juga kerap muncul, terutama bagi penderita kolesterol tinggi atau mereka yang sedang menjaga pola makan sehat.
Sebagian orang menganggap daging kambing memiliki kolesterol lebih tinggi dibanding daging sapi. Padahal, faktanya tidak selalu demikian. Kandungan gizi pada kedua jenis daging ini bisa berbeda tergantung bagian daging, cara pengolahan, hingga jumlah konsumsi.
Lalu, sebenarnya mana yang lebih tinggi kolesterol? Daging sapi atau kambing? Simak penjelasan lengkap mengenai kandungan nutrisi dan perbandingan kedua daging kurban ini sebelum memilih menu favorit saat Idul Adha.
1. Kolestrol dagung kambing lebih rendah dari sapi

Ada ungkapan yang menyebut jika kambing merupakan daging yang bisa meningkatkan kolestrol di dalam tubuh. Dilansir Halodoc, kandungan kolesterol dalam daging kambing lebih rendah ketimbang ayam, sapi, dan domba.
Perlu diketahui bahwa dalam sajian 85 gram daging kambing mengandung 63,8 miligram kolesterol. Dengan porsi penyajian yang sama, kandungan kolesterol di dalam daging sapi sebesar 73,1 miligram.
Sementara itu, dalam 100 gram kambing mengandung 9,2 gram lemak, 1 miligram zat besi, 11 miligram kalsium, dan 16,6 gram protein. Sedangkan daging sapi mengandung 14 gram lemak, 2,8 mg zat besi, 11 miligram kalsium, dan 18,8 gram protein. Namun begitu, tidak boleh berlebihan saat mengonsumsinya.
2. Cermat dalam mengelola daging

Mengonsumsi daging merah seperti daging sapi atau kambing secara berlebihan bisa memicu berbagai masalah pada tubuh. Contohnya seperti kolesterol tinggi hingga penyakit jantung.
Daging sapi atau kabing bisa dikonsumsi dengan aman, jika diolah dengan cara yang tepat. Daging sapi maupun kambing kerap diolah dengan cara digoreng, dijadikan satai, atau dimasak dengan santan kental menjadi gulai. Sebenarnya, beberapa cara mengolah tersebut dapat membuat daging berisiko memicu terjadinya penyakit.
Nah, cara terbaik untuk mengolah daging adalah dengan dibakar dan dipanggang. Namun, jika ingin menumis atau menggoreng daging, pastikan untuk menggunakan jenis minyak yang sehat dan rendah lemak tidak jenuh, seperti minyak zaitun.
3. Simak nih kandungan yang ada pada daging kambing atau sapi

Daging kambing diperkaya oleh kandungan zat besi yang bermanfaat untuk beberapa proses dalam tubuh. Misalnya seperti pengaturan suhu tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, serta produksi energi. Zat besi juga bermanfaat bagi tubuh dalam mencegah terjadinya anemia.
Selain itu, daging tersebut juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin ini diketahui dapat mendorong produksi energi dalam sel dan memaksimalkan fungsi sel saraf.
Sementara itu, pada daging sapi memiliki manfaat untuk mempertahankan massa otot. Hal ini berkat, kandungan protein dan asam amino pada sapi yang berkualitas tinggi.
Menariknya lagi, daging sapi juga memiliki kandungan senyawa carnosine yang penting untuk fungsi otot. Kadar carnosine yang tinggi telah dikaitkan dengan pengurangan kelelahan dan peningkatan kinerja selama olahraga.


















