Ledakan Grand Polonia, Labfor Temukan Konsentrasi Gas di Dapur

- Tim Labfor Polda Sumut menemukan konsentrasi gas sekitar 10 persen LEL di dapur rumah yang meledak di Kompleks Grand Polonia, Medan.
- Pola kerusakan menunjukkan tekanan kuat berasal dari dalam rumah, dengan kompor tanam dan pintu dapur terangkat akibat ledakan.
- Polisi mencatat tujuh korban terdampak, empat selamat dan tiga meninggal dunia termasuk istri pemilik rumah serta dua asisten rumah tangga.
Medan, IDN Times - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatra Utara menemukan adanya konsentrasi gas di area dapur rumah yang mengalami ledakan di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026). Berdasarkan pemeriksaan awal, kadar gas yang ditemukan mencapai sekitar 10 persen dari batas bawah ledakan atau Lower Explosive Limit (LEL).
Kabid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pola kerusakan bangunan mengarah pada tekanan kuat yang berasal dari dalam rumah.
“Kerusakan yang terjadi menunjukkan ciri khas bahwa tekanannya semua dari dalam rumah. Ada tekanan kuat yang membuat dinding maupun barang-barang lain roboh,” ujar Roy kepada awak media, Selasa (21/7/2026).
1. Tim menemukan sejumlah indikasi di area dapur

Menurutnya, tim menemukan sejumlah indikasi di area dapur, termasuk keberadaan kompor tanam dan pintu yang terbuka akibat tekanan ledakan. Kompor tersebut bahkan ditemukan dalam kondisi terangkat.
“Di dapur kita menemukan kompor tanam dan pintu-pintu yang terbuka. Kompor ini terangkat ke atas. Itu terminal gas yang digunakan untuk memasak,” katanya.
2. Konsentrasi gas di area dapur

Roy menjelaskan, dari pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas (gas detector), tim menemukan adanya konsentrasi gas di area dapur. Menurut dia, dalam kondisi tertentu, konsentrasi gas tersebut dapat memicu terjadinya ledakan apabila bercampur dengan sumber api atau pemantik.
Meski begitu, Labfor belum menyimpulkan sumber pasti gas maupun penyebab utama ledakan. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
3. Polisi menyimpulkan ada 7 korban ledakan, 3 meninggal

Dalam peristiwa ini, petugas menyimpulkan, ada tujuh korban terdampak ledakan. Empat orang dalam keadaan selamat, dan tiga orang meninggal dunia.
Empat orang tersebut yakni; Hasan (ayah pemilik rumah), anak pemilik rumah yang masih berusia balita, seorang sopir, dan seorang kurir pengantar paket. Sementara tiga orang yang meninggal dunia yakni; Jesika (istri pemilik rumah) dan dua asisten rumah tangga, Ros dan Sinta.
Informasi yang dihimpun, pemilik rumah itu Bernama Chris Hasan, seorang pengusaha bergerak dibidang produksi plastik. Dia juga disebut memiliki pabrik plastik di kawasan Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Saat kejadian, Chris sedang berada di Jakarta.








![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 2 Korban Lagi Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_066d6b0bee4e1fd2b9c4ef0a6494ac83_2f774619-9c05-41df-a86d-50cf5df35d1f_watermarked_idntimes-2.jpg)



![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 4 Korban Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_666910378c16bf4f0c1f1f9d373baec4_f6cfd57d-fa12-4ce1-882a-aeb714989904_watermarked_idntimes-2.jpg)