Gempa Bumi Tektonik di Aceh, Berikut Penjelasan BMKG

- Gempa tektonik bermagnitudo 5,5 mengguncang Aceh pada 22 Juli 2026 pukul 11.18 WIB dengan kedalaman 9 km dan pusat gempa di timur laut Gayo Lues.
- BMKG menyatakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Oreng ini tidak berpotensi tsunami dan memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip.
- Getaran dirasakan hingga Medan dengan intensitas tertinggi skala V MMI di Gayo Lues, disertai satu foreshock dan dua aftershock yang terus dipantau BMKG.
Medan, IDN Times - Wilayah Aceh diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu, (22/7/2026) tepatnya pukul 11.18.23 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M5,5 dengan kedalaman 9 km.
Episenter gempa berada di darat pada koordinat 4,24° LU dan 97,56° BT, atau 36 km arah timur laut Kabupaten Gayo Lues.
1. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto dalam keterangan resmi menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang diduga akibat aktivitas Sesar Oreng. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser atau strike slip," ujar Wijayanto, pada Rabu (22/7/2026).
2. Dirasakan hingga Medan

Berdasarkan laporan masyarakat dan peta guncangan BMKG shakemap, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas berbeda.
Di Kabupaten Gayo Lues, gempa dirasakan pada skala V MMI. Pada skala ini getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, serta bandul lonceng dapat berhenti.
Skala IV MMI dilaporkan di Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Pada skala ini, getaran dirasakan orang banyak dalam rumah pada siang hari, gerabah pecah, serta jendela dan pintu berderik.
Skala III MMI dirasakan di Kota Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti ada truk berlalu.
Adapun skala II MMI dirasakan di Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya. Pada skala ini getaran hanya dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.
3. Ada gempa susulan

Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat 1 gempa pendahuluan foreshock dengan magnitudo M3,8 dan 2 gempa susulan aftershock dengan magnitudo terbesar M4,3.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat," kata Wijayanto.






![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, Korban Terakhir Ditemukan Meninggal](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_5abc3b0371064cd5ae2ec9dd295507d4_a142c45b-e316-411c-90fd-dc2c39fb7b8c_watermarked_idntimes-1.jpg)







![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 2 Korban Lagi Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_066d6b0bee4e1fd2b9c4ef0a6494ac83_2f774619-9c05-41df-a86d-50cf5df35d1f_watermarked_idntimes-2.jpg)



![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 4 Korban Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_666910378c16bf4f0c1f1f9d373baec4_f6cfd57d-fa12-4ce1-882a-aeb714989904_watermarked_idntimes-2.jpg)