Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumatra Gelap, 2 Pekerja Meninggal Diduga Keracunan Asap Genset

Sumatra Gelap, 2 Pekerja Meninggal Diduga Keracunan Asap Genset
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih
  • Dua pekerja toko aksesori ponsel di Batubara, Sumatra Utara, meninggal dunia dan dua lainnya selamat setelah diduga keracunan asap genset saat pemadaman listrik 24 jam.
  • Peristiwa terungkap ketika rekan kerja menemukan toko masih tertutup; polisi melakukan olah TKP, evakuasi korban, serta pemeriksaan saksi untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
  • Pihak keluarga menolak autopsi sementara LBH Medan menilai insiden ini sebagai tanggung jawab negara akibat dampak pemadaman listrik yang juga menimbulkan korban di Sumatra Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Batu Bara, IDN Times – Padamnya listrik di Sumatra hingga 24 jam pada Jumat (22/5/2026) lalu ternyata memakan korban jiwa. Empat pekerja toko aksesori ponsel di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia.

Kedua perempuan yang menjadi korban yakni RR (24), warga Kota Tebingtinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara dua korban yang selamat adalah M (22) dan DCA (17). Kejadian ini terungkap dalam laporan Polres Batubara.

1. Rekan kerja curiga karena toko tak kunjung buka

Ilustrasi ruko
Ilustrasi ruko (pexels.com/Andri Syafaat)

Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah rekan kerja korban datang ke lokasi untuk bekerja, namun mendapati toko masih dalam keadaan tertutup hingga, Sabtu (23/5/2026) siang.

Berdasarkan keterangan saksi, Dinda Selvira Manalu datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan mencoba menghubungi salah satu korban. Namun panggilan telepon yang dilakukan tidak mendapatkan respons.

Karena merasa curiga, pimpinan toko bernama Edo Setiawan kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu ruko. Setelah pintu berhasil dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, saksi mendapati para korban berada di dalam ruangan dan langsung meminta pertolongan warga serta melaporkan kejadian itu ke Polsek Air Putih.

2. Dua korban selamat, langsung mendapat perawatan di rumah sakit

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Begitu pintu terbuka, masyarakat menemukan dua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sementara dua lainnya dalam kondisi lemas.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dokumentasi serta mengevakuasi korban untuk pemeriksaan Visum et Repertum (VER).

3. Dugaan penyebab: keracunan asap genset

ilustrasi genset (unsplash.com/Fahim)
ilustrasi genset (unsplash.com/Fahim)

Kapolsek Air Putih, AKP Rahmad R. Hutagaol, bersama Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Masagus Z.D., memimpin langsung penanganan peristiwa tersebut bersama personel Unit Inafis Polres Batu Bara.

Polisi menyebut dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban mengalami keracunan akibat paparan asap mesin genset saat listrik padam total. Namun, hingga kini penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga korban diketahui tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Saat ini Polres Batu Bara masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi dan hasil medis untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kondisi korban yang diduga disebabkan oleh asap genset saat pemadaman mendapat kritik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Direktur LBH Medan mendesak agar negara bertanggung jawab atas jatuhnya korban.

“Ini adalah dampak dari pemadaman total. Ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab negara dalam memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap pengguna layanan ketenagalistrikan,” kata Irvan.

Tidak hanya di Sumut, korban tewas saat pemadaman listrik itu juga terjadi di Sumatra Barat. Dua remaja ditemukan tewas dan satu lainnya kritis diduga menghirup gas beracun karbon monoksida dari mesin genset di Masjid Nurul Huda, Nagaari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More