Beli Dexlite Karena Solar Langka, Pengusaha Sewa Mobil Boncos

- Kelangkaan BBM di Medan membuat usaha sewa mobil Irwan Sofyan terpukul, dengan penurunan omzet hingga 40 persen karena berkurangnya minat masyarakat menyewa kendaraan.
- Sopir rental sering merugi karena terpaksa membeli dexlite yang jauh lebih mahal akibat sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di berbagai SPBU.
- Irwan mendesak pemerintah segera mencari solusi agar kelangkaan BBM tidak terus memperburuk kondisi ekonomi para pengusaha dan sopir transportasi.
Medan, IDN Times – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berdampak pada berbagai sektor. Salah satunya adalah usaha sewa menyewa mobil. Irwan Sofyan, seorang sopir yang juga pengusaha sewa menyewa mobil mengaku usahanya harus terdampak. Irwan sendiri mengalami bagaimana dia harus mengantre dan berupaya lebih untuk mendapatkan BBM.
“Kebetulan ini saya lagi bawa tamu pakai Hiace. Harus cari beberapa SPBU baru dapat solar,” kata Irwan, Selasa (14/7/2026), kepada IDN Times.
Kelangkaan BBM masif terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Medan, BBM jenis pertalite, solar hingga pertamax mengalami kekosongan pasokan. Di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masyarakat harus rela mengantre panjang untuk mendapatkan BBM.
1. Omzet sewa mobil menurun hingga 40 persen selama BBM langka

Kata Irwan, kelangkaan BBM berimbas langsung pada omzet sewa mobil. Minat masyarakat untuk menyewa mobil untuk bepergian berkurang.
“Kalau omzet dari sewa menyewa mobil turun 30 – 40 persen dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Irwan, Selasa (14/7/2026).
Pun ada yang menyewa, konsumen lebih memilih mobil berbahan bakar pertalite. Karena solar sudah mengalami kelangkaan dalam tiga bulan terakhir. “Kalau mau pakai dexlite, orang pasti rugi. Apa lagi ekonomi sedang sulit begini,” ujarnya.
2. Sopir terkadang boncos karena harus beli dexlite

Kondisi kelangkaan BBM juga berimbas kepada para sopir mobil rental. Beberapa sopir bercerita kepada Irwan, terkadang biaya jasa mereka harus terpotong karena kelangkaan BBM. Karena, terkadang mereka harus memilih BBM nonsubsidi yang harganya lebih mahal.
“Misalnya pakai mobil solar. Terus nanti mau isi BBM, harus antre panjang atau pun soalrnya tidak tersedia. Terpaksa lah mereka ini membeli Dexlite. Harganya sudah berbeda jauh. Macam langit dan bumi. Karena tidak mungkin tamu kita harus menunggu lama, karena mobil yang disewa sedang antre BBM,” ujar Irwan.
Bahkan pengalaman beberapa rekannya, ada yang tidak bisa mendapatkan honor. Lantaran dia harus meminta mobil pengganti dari Kota Medan, karena saat itu di Samosir kehabisan Solar.
3. Mendesak pemerintah bisa berikan solusi

Irwan berharap kondisi BBM yang langka tidak berlarut – larut. Karena, para pengusaha dan sopir seperti dirinya begitu terimbas. Dia mendesak, pemerintah punya solusi cepat untuk mengatasi kondisi ini.
“kalua semakin lama, semakin gawat kita. Jadi memang harus ada Solusi yang baik. Sehingga dampak ini tidak semakin lama kami alami,” pungkasnya.

















