Antrean Panjang di SPBU Medan, Ini Kata Gubernur Sumut

- Antrean panjang di sejumlah SPBU Medan terjadi sejak dua hari terakhir akibat dugaan kelangkaan BBM, membuat warga harus menunggu lama untuk mendapatkan bahan bakar.
- Pertalite dan Pertamax dilaporkan habis di beberapa titik, bahkan solar ikut antre, memaksa sebagian pengendara membeli jenis BBM lebih mahal seperti Pertamax Turbo.
- Gubernur Sumut Bobby Nasution menyatakan akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menelusuri penyebab antrean, apakah terkait distribusi atau stok, serta menyiapkan langkah solusi.
Medan, IDN Times- Antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan yang terjadi sejak dua hari terakhir di Kota Medan, Deli Serdang dan sekitarnya. Dugaan kelangkaan BBM membuat warga harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM untuk mengisi kendaraannya.
Seperti yang terjadi di SPBU simpang Pasar 3 Kecamatan Medan Marelan, antrean terjadi hingga ke jalan raya. Pemandangan serupa terjadi di beberapa titik SPBU Kota Medan. Akibatnya kemacetan terjadi.
1. Sudah terjadi sejak Sabtu (11/7/2026) malam

Ilustrasi Pertamina. (Doc: Pertamina) Antrean ini sudah terjadi sejak Sabtu (11/7/2026) malam. Di sejumlah SPBU, tidak hanya Pertalite yang habis, namun juga Pertamax. "Terpaksa harus mengisi Pertamax Turbo waktu malam Minggu kemarin yang harganya mahal karena bensin sudah tinggal sedikit di motor. Gak tahu kenapa," kata Irwanto, salah seorang pengemudi.
Diketahui harga Pertamax Turbo saat ini mencapai Rp19.750. Tentu berbeda jauh dengan harga Pertalite. "Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut. Gak akan sanggup," katanya.
Hal senada juga dialami Rahmat. Dia harus mengantre panjang selama lebih dari 30 menit di SPBU Jalan Prof HM Yamin Kota Medan. "Mengisi Pertamax juga sama saja ramainya. Sudahlah harganya mahal," ucap Rahmat.
Saat Pertalite dan Pertamax tersedia, antrean panjang tak terelakkan. Termasuk juga antrean solar yang didominasi truk-truk.
2. Bobby sebut akan koordinasi dengan Pertamina

Gubernur Bobby Nasution meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Lorong XII Nomor 6, Medan, Senin (8/6). (dok. Pemprov Sumut) Menanggapi kondisi ini Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mengatakan, akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari penyebabnya. Dia belum mengetahui apakah soal distribusi atau stoknya.
"Habis ini kami koordinasi dengan Pertamina, kendalanya gimana, apakah stoknya atau distribusinya," ujar Bobby, Senin (13/7/2026).
3. Pemprov Sumut siap carikan solusi

Gubernur Bobby Nasution meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Lorong XII Nomor 6, Medan, Senin (8/6). (dok. Pemprov Sumut) Bobby mengatakan, bila sudah ditemukan kendalanya, pihaknya siap membantu mencarikan solusi. "Kami tanyakan (ke Pertamina) apakah evaluasi distribusinya atau yang mungkin kami bantu, kami percepat, tapi kalau stoknya, apa yang bisa dilakukan Pertamina? nanti kami coba informasikan lebih lanjut," ujarnya.




















