Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hampir 2 Ribu Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Sumut

Hampir 2 Ribu Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Sumut
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Sepanjang 2025, tercatat 1.975 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan di Sumatera Utara, meningkat dari tahun sebelumnya dengan mayoritas korban adalah anak-anak.
  • Pemerintah Provinsi Sumut mendorong Program Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk memperkuat perlindungan serta menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak melalui kolaborasi lintas sektor.
  • Program RBI tidak hanya fokus pada penanganan kasus kekerasan, tetapi juga pencegahan lewat edukasi, penguatan norma sosial, literasi digital, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong implementasi Program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai langkah memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Upaya tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumut sepanjang 2025.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sebanyak 1.975 perempuan dan anak tercatat menjadi korban kekerasan selama 2025. Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.822 korban.

1. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat pada 2025

Ilustrasi kekerasan perempuan dan anak (IDN Times)
Ilustrasi kekerasan perempuan dan anak (IDN Times)

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mengatakan perempuan dan anak memegang peran penting dalam ketahanan keluarga dan pembangunan daerah. Karena itu, perlindungan terhadap kelompok tersebut harus menjadi perhatian bersama.

“Perempuan dan anak adalah jantung ketahanan keluarga sekaligus fondasi generasi penerus pembangunan di Sumatera Utara,” ujar Sulaiman saat membuka Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (26/5/2026).

Dari total 1.975 korban yang tercatat pada 2025, sekitar 68,8 persen merupakan anak-anak. Rinciannya terdiri atas 905 anak perempuan, 455 anak laki-laki, dan 615 perempuan dewasa. Menurut Sulaiman, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.

“Laporan ini hanya sebagian kecil dari kekerasan yang terjadi di masyarakat,” katanya.

2. RBI disiapkan menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak

Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemprov Sumut menilai Program Ruang Bersama Indonesia dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan serta anak-anak.Selain itu, program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah. Untuk mewujudkannya, Pemprov Sumut terus memperkuat layanan perlindungan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak, hingga kerja sama lintas sektor sampai tingkat desa dan kelurahan.

Sulaiman menegaskan keberhasilan program perlindungan perempuan dan anak membutuhkan kolaborasi semua pihak tanpa terjebak ego sektoral.

“Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar memenuhi target indikator kerja, tetapi tentang menyelamatkan peradaban Sumatera Utara,” tegasnya.

3. Tak hanya penanganan kasus, RBI juga fokus pada pencegahan

Ilustrasi kekerasan perempuan dan anak (IDN Times)
Ilustrasi kekerasan perempuan dan anak (IDN Times)

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Roro Endah Sri Rejeki, mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut dalam pelaksanaan Program Ruang Bersama Indonesia.

Menurutnya, RBI dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak yang jumlahnya mencapai sekitar 60 persen dari total penduduk Indonesia. Program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Roro mengatakan RBI tidak hanya berorientasi pada penanganan korban kekerasan, tetapi juga menitikberatkan pencegahan melalui edukasi, penguatan norma sosial, peningkatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Kita ingin membangun ruang bersama yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan perlindungan bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More