Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada 6.100 Koperasi Merah Putih di Sumut, 353 Gerai Diklaim Siap Beroperasi

Ada 6.100 Koperasi Merah Putih di Sumut, 353 Gerai Diklaim Siap Beroperasi
Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng di Kabupaten Serang. (Website/bantenprov.go.id)
Intinya Sih
  • Pemprov Sumut mencatat 6.100 Koperasi Merah Putih telah memiliki badan hukum dan tersebar di 33 kabupaten/kota, mendekati target pembentukan 6.110 koperasi hingga Mei 2026.
  • Sekitar 98 persen koperasi sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Koperasi Desa (SIMKOPDES), sementara 353 gerai dinyatakan siap beroperasi melayani masyarakat di berbagai wilayah.
  • Pemprov Sumut fokus memperkuat kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan teknis dan pendampingan agar kelembagaan serta keberlanjutan usaha dapat berjalan profesional dan berdampak ekonomi nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menggeber pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga akhir Mei 2026, Pemprov Sumut mengklaim sebanyak 6.100 koperasi telah memiliki badan hukum dan tersebar di seluruh desa serta kelurahan di 33 kabupaten/kota di Sumut.

Jumlah ini nyaris menyentuh target Sumut sebanyak 6.110 koperasi yang akan dibentuk.

Sumut juga mulai menggenjot pembangunan sarana fisik dan unit usaha agar koperasi bisa segera beroperasi.  

1. Sebanyak 98 persen koperasi telah terintegrasi dengan Simkopdes

34 Truk Operasional Disalurkan untuk Koperasi Merah Putih di Lebak (Dok. IDN Times/nda)
34 Truk Operasional Disalurkan untuk Koperasi Merah Putih di Lebak (Dok. IDN Times/nda)

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Ady Putra Parlaungan, mengatakan pembentukan Koperasi Merah Putih terus menunjukkan perkembangan signifikan. Seluruh koperasi yang telah terbentuk tersebar di berbagai wilayah hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Saat ini telah terbentuk total 6.100 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di 33 kabupaten/kota se-Sumatra Utara,” ujar Ady dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Dari sisi tata kelola, mayoritas koperasi juga telah masuk dalam sistem digital. Pemprov Sumut mencatat sekitar 98 persen koperasi yang terbentuk telah terintegrasi ke dalam Sistem Informasi Koperasi Desa (SIMKOPDES) sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan pengelolaan kelembagaan.

2. Ratusan gerai sudah siap melayani masyarakat

IMG_5279.jpeg
Suasana di dalam Koperasi Kelurahan Merah Putih, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Selain pembentukan badan hukum, Pemprov Sumut juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung koperasi. Saat ini terdapat 1.685 titik lahan yang sedang dalam proses pembangunan fasilitas Koperasi Merah Putih.

“Sebanyak 1.685 titik lahan sedang dalam proses pembangunan dan 353 gerai sudah selesai 100 persen dan siap melayani masyarakat,” kata Ady.

Koperasi yang telah berjalan tidak hanya difungsikan sebagai lembaga simpan pinjam. Sejumlah unit usaha juga mulai dikembangkan, mulai dari gerai sembako, apotek hingga klinik desa. Tercatat sedikitnya 337 unit layanan telah dibangun untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

3. Pemprov fokus tingkatkan kapasitas pengurus koperasi

IMG_5270.jpeg
Gas LPG berbagai ukuran di Koperasi Kelurahan Merah Putih, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Meski pembangunan fisik terus berjalan, Pemprov Sumut menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan yang berdiri. Kesiapan kelembagaan dan keberlanjutan usaha menjadi aspek yang turut mendapat perhatian.

Ady menyebut sejumlah daerah menunjukkan perkembangan yang cukup cepat. Salah satunya Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang progres pembangunan Koperasi Merah Putihnya telah mencapai lebih dari 64 persen dari target yang ditetapkan.

Ke depan, Dinas Koperasi dan UKM Sumut akan memprioritaskan penguatan sumber daya manusia pengurus koperasi. Menurut Ady, sebagian besar pengelola masih membutuhkan pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, hingga penguatan kemitraan agar koperasi mampu mengelola modal anggota secara profesional.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis koperasi Merah Putih dapat segera hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan ekosistem simpan pinjam serta unit layanan lainnya,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More