Masjid Al Musabbihin Sembelih 45 Sapi dan 68 Kambing, Sebagian ke Aceh

- Masjid Al Musabbihin Medan menyembelih 45 sapi dan 68 kambing, menghasilkan sekitar 6.000 paket daging yang dibagikan ke warga dalam kota hingga daerah seperti Aceh Tamiang.
- Pendistribusian daging menjangkau pekerja di Komplek Tasbih 1 serta warga sekitar dan beberapa masjid di Medan, Langkat, hingga Tanjung Morawa.
- Meski ekonomi menurun dan banyak warga tanpa kupon datang, semangat berkurban tetap tinggi dengan harapan kondisi masyarakat membaik di masa mendatang.
Medan, IDN Times - Masjid Al Musabbihin Taman Setia Budi Indah (Tasbih) 1 Kota Medan kembali menyalurkan kepedulian di Hari Raya Idul Adha 1447 H. Sebanyak 45 ekor sapi dan 68 ekor domba disembelih dan didistribusikan menjadi sekitar 6.000 paket daging untuk warga dalam dan luar kota.
Ketua Panitia Kurban sekaligus Pengurus Kenaziran Masjid Al Musabbihin, Fachruddin, menjelaskan pemotongan dilakukan sejak hari pertama Idul Adha. Dari 45 ekor sapi, 6 ekor dikirim ke luar daerah. “Satu ekor ke Kabanjahe, satu ekor ke Berastagi, satu ekor ke Percut, kemudian tiga ekor kami kirim ke daerah bencana di Aceh Tamiang,” ujarnya.
1. Selain pendistribusian di dalam komplek, beberapa masjid di Kota Medan juga mendapatkan daging kurban

Untuk pendistribusian lokal, daging dibagikan ke warga di dalam Komplek Tasbih 1, mulai dari tukang sapu, tukang babat, pembantu rumah tangga, supir, hingga satpam. Penyaluran juga menyasar warga di sekitar komplek seperti Jalan Perjuangan, Jalan Abadi, hingga Asam Kumbang.
“Beberapa masjid di Kota Medan maupun luar kota juga kami berikan, di antaranya Langkat dan Tanjung Morawa. Itulah penyebaran distribusinya,” tambah Fachruddin.
2. Kondisi ekonomi yang menurun terlihat dari jumlah warga tanpa kupon yang datang

Dia menyebut pelaksanaan tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang menurun terlihat dari jumlah warga tanpa kupon yang datang menunggu pembagian.
“Yang membedakan tahun ini dengan tahun kemarin, sedikit agak lebih berat tahun ini mungkin karena ekonomi masyarakat yang sedikit menurun. Kami lihat pengunjung tanpa kupon ini menunggu mungkin ada sekitar 500 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, ada yang dari Binjai juga katanya,” katanya.
3. Diharapkan perekonomian masyarakat membaik di tahun-tahun mendatang

Meski begitu, semangat berbagi dari para pekurban tetap tinggi.
“Ini menunjukkan ekonomi masyarakat sangat prihatin. Tapi, kita orang-orang yang mampu yang berkurban ini semangat berbaginya masih cukup tinggi. Alhamdulillah, mereka masih peduli untuk bisa berbagi,” ujarnya.
Fachruddin berharap perekonomian masyarakat membaik di tahun-tahun mendatang. Ia juga mengajak warga yang mampu untuk terus menjaga semangat berkurban sebagai bentuk kepedulian sosial.



















