Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KPPU Soroti Lonjakan Harga Cabai Merah dan Minyak Curah di Medan

KPPU Soroti Lonjakan Harga Cabai Merah dan Minyak Curah di Medan
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)
Intinya Sih
  • KPPU menemukan harga mayoritas bahan pokok di Medan masih stabil dengan pasokan dan distribusi yang berjalan normal di Pasar Sei Sikambing serta Pasar Petisah.
  • Harga cabai merah keriting melonjak tajam hingga Rp70 ribu per kilogram, jauh di atas harga acuan, mencerminkan tekanan pasokan hortikultura yang meluas.
  • Minyak goreng curah bertahan tinggi sekitar Rp20–21 ribu per kilogram, melebihi HET hingga 35 persen, menandakan perlunya perhatian pada efisiensi rantai pasok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times – Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan harga bahan pokok di Kota Medan masih relatif stabil berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Sei Sikambing dan Pasar Petisah, Senin (25/5/2026).

Namun demikian, terdapat dua komoditas yang menjadi perhatian karena menunjukkan tekanan harga, yakni cabai merah keriting dan minyak goreng curah.

Hasil survei lapangan mereka menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang berjalan normal. Temuan tersebut juga dinilai sejalan dengan tren harga yang tercatat dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia Kota Medan selama sepekan terakhir.

1. Mayoritas bahan pokok masih berada pada harga yang stabil

ilustrasi pasar tradisional
ilustrasi pasar tradisional (unsplash.com/Devi Puspita Amartha Yahya)

Pemantauan yang dilakukan KPPU di dua pasar tradisional Kota Medan menunjukkan harga sejumlah komoditas utama tidak mengalami perubahan signifikan. Beras, telur ayam, daging sapi, daging ayam, bawang putih, bawang merah, hingga gula pasir masih diperdagangkan pada kisaran harga yang relatif stabil.

Selain harga yang terkendali, kondisi pasokan juga dinilai aman. KPPU mencatat ketersediaan barang masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan distribusi dari distributor ke pedagang berlangsung normal tanpa adanya indikasi gangguan pasokan yang meluas.

2. Harga cabai merah melonjak, jauh di atas harga acuan

IMG_20260526_164605.jpg
Komoditas cabai di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Di tengah stabilnya mayoritas bahan pokok, harga cabai merah keriting justru mengalami kenaikan yang cukup tajam. Berdasarkan hasil survei, cabai merah dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram di Pasar Sei Sikambing dan mencapai Rp70 ribu per kilogram di Pasar Petisah. Angka tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp55 ribu per kilogram.

Data PIHPS Bank Indonesia Kota Medan juga menunjukkan tren kenaikan yang sama. Dalam kurun sepekan, harga cabai merah meningkat dari sekitar Rp31.500 per kilogram pada 18 Mei 2026 menjadi Rp64.300 per kilogram pada 25 Mei 2026. Kondisi ini dinilai mencerminkan tekanan pasokan hortikultura yang terjadi secara lebih luas, bukan hanya di satu pasar tertentu.

 3. Minyak goreng curah bertahan tinggi di atas HET

Seorang karyawan menuangkan minyak curah ke dalam sebuah wadah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Seorang karyawan menuangkan minyak curah ke dalam sebuah wadah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Selain cabai merah, KPPU turut memberi perhatian terhadap harga minyak goreng curah yang masih bertahan di atas harga eceran tertinggi. Di Pasar Sei Sikambing, minyak goreng curah dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram, sementara di Pasar Petisah mencapai Rp21 ribu per kilogram.

Harga tersebut tercatat sekitar 29 hingga 35 persen lebih tinggi dibandingkan HET atau HAP yang berada pada level Rp15.500 per kilogram. Berbeda dengan cabai merah yang mengalami lonjakan dalam waktu singkat, tingginya harga minyak goreng curah cenderung bertahan dalam periode tertentu sehingga memerlukan perhatian terhadap efisiensi rantai pasok dan distribusi di tingkat hilir.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, mengatakan kondisi pasar bahan pokok di Medan secara umum masih terkendali meski terdapat tekanan harga pada sejumlah komoditas tertentu.

“Secara umum, harga bahan pokok di Medan masih relatif stabil dan sejalan dengan tren pasar. Namun kami mencermati dua pola yang berbeda, yakni lonjakan harga cabai merah yang lebih mencerminkan tekanan pasokan jangka pendek, serta harga minyak goreng curah yang bertahan tinggi secara relatif stabil di atas harga acuan,” ujar Ridho Pamungkas dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, KPPU akan terus memantau perkembangan harga dan pola distribusi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi pangan dan daya beli masyarakat.

 “KPPU akan terus mencermati perkembangan harga dan pola distribusi, khususnya pada komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan dan daya beli masyarakat. Kenaikan harga harus benar-benar berasal dari faktor fundamental pasar, seperti pasokan, logistik, atau faktor musiman, bukan karena hambatan distribusi maupun struktur pasar yang tidak efisien,” tambahnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More