Ini 5 Tips Melewati di Jalur Berbukit, Hindari Risiko Rem Blong

- Artikel menyoroti pentingnya kesiapan pengendara dan kondisi sepeda motor saat melintasi jalur berbukit, terutama untuk mencegah risiko rem blong dan menjaga keselamatan di jalan.
- Wan Muhammad Fahreza dari PT Indako Trading Coy menekankan penerapan budaya #cari_aman serta pemeriksaan sistem pengereman, termasuk kampas, cakram, dan minyak rem sebelum berkendara.
- Lima tips utama mencakup teknik pengereman seimbang, penggunaan engine brake, pembatasan muatan, penyesuaian kecepatan sesuai kondisi jalan, serta servis rutin demi keamanan maksimal.
Berkendara menggunakan sepeda motor di jalur berbukit membutuhkan perhatian dan kesiapan yang lebih dibandingkan jalan dengan kondisi relatif datar. Kontur jalan yang dipenuhi tanjakan, turunan panjang, dan tikungan membuat pengendara perlu lebih cermat dalam mengendalikan kendaraan dengan baik, sekaligus memastikan sistem pengereman bekerja secara optimal.
Kondisi tersebut dapat dijumpai di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, seperti halnya di Kabupaten Karo yang dikenal memiliki karakteristik jalan berkelok dengan tanjakan dan turunan yang cukup panjang. Karena itu, penerapan budaya #cari_aman menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga keselamatan selama perjalanan.
Wan Muhammad Fahreza, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku Main Dealer Honda wilayah Sumatera Utara, dengan semangat Satu Hati mengatakan keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengendara, tetapi juga kesiapan kendaraan sebelum digunakan.
"Ketika melintasi jalur berbukit, pengendara perlu mengantisipasi berbagai kondisi jalan dengan teknik berkendara yang benar serta memastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Dengan begitu, risiko gangguan pada sistem pengereman dapat diminimalkan dengan tetap #cari_aman disepanjang perjalanan," ujarnya.
Untuk membantu pengendara tetap aman saat melintasi jalur berbukit, berikut lima tips yang dapat diterapkan.
1. Gunakan teknik pengereman yang benar

Pertama, pastikan kondisi rem selalu dalam keadaan baik sebelum memulai perjalanan. Periksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram atau tromol, serta volume minyak rem pada sistem hidrolik agar sistem pengereman dapat bekerja secara optimal.
Kedua, gunakan teknik pengereman yang benar dengan mengombinasikan rem depan dan belakang secara seimbang. Hindari menarik atau menginjak rem secara mendadak, terutama saat melintasi jalan licin maupun turunan panjang, karena dapat memengaruhi kestabilan sepeda motor.
2. Hindari membawa muatan yang melebihi kapasitas kendaraan

Ketiga, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan cuaca. Saat memasuki turunan, kurangi kecepatan sejak awal, manfaatkan engine brake, dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar tidak perlu melakukan pengereman secara tiba-tiba.
Keempat, hindari membawa muatan yang melebihi kapasitas kendaraan. Beban berlebih membuat sistem pengereman bekerja lebih keras dan dapat memengaruhi pengendalian sepeda motor, khususnya di jalur menurun.
Kelima, lakukan servis berkala sesuai anjuran pabrikan. Kampas rem dan minyak rem perlu diperiksa maupun diganti sesuai jadwal perawatan. Apabila rem terasa lebih dalam, mengeluarkan bunyi tidak normal, atau daya pengeremannya berkurang, segera lakukan pemeriksaan sebelum kendaraan kembali digunakan.
3. Manfaatkan engine brake jika terjadi masalah pada rem

Fahreza menambahkan, apabila pengendara merasakan gejala rem tidak bekerja sebagaimana mestinya saat kendaraan masih melaju, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan tidak mematikan mesin. Lepaskan gas secara perlahan, manfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi secara bertahap, kemudian pompa tuas atau pedal rem apabila memungkinkan.
Selanjutnya, arahkan sepeda motor ke lokasi yang aman dan datar untuk berhenti. Hindari membelok tajam saat kecepatan masih tinggi, serta berikan isyarat kepada pengguna jalan lain. Jika sepeda motor dilengkapi lampu hazard, fitur tersebut dapat digunakan sebagai penanda kondisi darurat.
"Apabila rem pernah terasa blong atau tidak bekerja normal, jangan gunakan kembali sepeda motor sebelum dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Membiasakan perawatan kendaraan, memahami teknik berkendara yang benar, serta menerapkan budaya #cari_aman merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan," tutup Fahreza.
![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 4 Korban Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_666910378c16bf4f0c1f1f9d373baec4_f6cfd57d-fa12-4ce1-882a-aeb714989904_watermarked_idntimes-2.jpg)
![[BREAKING] Ledakan di Grand Polonia, Diduga karena Pipa Gas Tanam](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_8d32ebd1c6eedb860490e3a7a5793af8_a86fbb33-4538-497c-aed0-cefdfa438a8b_watermarked_idntimes-2.jpg)
![[BREAKING] Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Hancur](https://image.idntimes.com/post/20231010/1-baru-70888f86a23f2642fd4088df61f2c9bb-aa98e799af90ebb12e27b2dd915a0b47.png)
![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 2 Korban Lagi Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_066d6b0bee4e1fd2b9c4ef0a6494ac83_2f774619-9c05-41df-a86d-50cf5df35d1f_watermarked_idntimes-2.jpg)












