Sempat Putus Karena Banjir Bandang, Jembatan Kutablang Kembali Operasi

- Jembatan Kutablang A di lintasan nasional Banda Aceh-Medan resmi beroperasi pada 20 September 2026, menggantikan akses yang sempat putus akibat banjir bandang setelah bencana hidrometeorologi 2025.
- Pembangunan jembatan bernilai kontrak Rp107,5 miliar ini sempat tertunda hampir sebulan karena peralihan status tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi, sebelum pekerjaan dilanjutkan.
- Setelah Kutablang A dibuka, jembatan bailey lama akan diperbaiki; Bireuen juga masih membangun Jembatan Teupin Mane dan menyiapkan tiga jembatan rangka baja pada 2027.
Banda Aceh, IDN Times - Jembatan baru di Krueng Tingkem, Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi beroperasi pada Minggu (20/9/2026).
Jembatan yang berada di lintasan nasional Banda Aceh-Medan tersebut dibuka untuk umum oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.
Jembatan yang dikenal sebagai Kutablang A itu dibangun sebagai bagian dari penanganan infrastruktur setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025.
1. Jembatan Kutablang A dibangun Rp107,5 miliar

Jembatan baru di Krueng Tingkem, Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi beroperasi. (Dokumentasi Satgas PRR untuk IDN Times) Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, mengatakan nilai kontrak pembangunan Jembatan Kutablang A mencapai Rp107,5 miliar. Sementara total pagu paket penanganan darurat dan infrastruktur di lokasi tersebut mencapai Rp251 miliar.
"Nilai pagu tersebut untuk membiayai seluruh rangkaian pengerjaan konferehensif," kata Safrizal.
Anggaran tersebut mulai dari pemasangan dan perawatan berkala jembatan bailey, pembangunan struktur utama menggunakan baja girder, penerapan teknologi incremental launching, hingga pengecoran dinding pengaman beton atau parapet di kedua sisi jembatan.
2. Pembangunan sempat tertunda karena perubahan status tanggap darurat

Jembatan baru di Krueng Tingkem, Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi beroperasi. (Dokumentasi Satgas PRR untuk IDN Times) Dalam rencana awal, pembangunan Jembatan Kutablang A ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026. Namun, pekerjaan sempat dihentikan karena adanya transisi dari masa tanggap darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Penyesuaian mekanisme kerja tersebut berlangsung hampir satu bulan sebelum pembangunan kembali dilanjutkan.
“Karena jembatan Kutablang A mulai dibangun pada masa tanggap darurat, maka ketika terjadi perubahan status dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi resmi, maka harus dilakukan penyesuaian mekanisme kerja dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Maka target pun bergeser,” ujar Safrizal.
Safrizal juga meminta kontraktor utama dan mitra lokal tetap memperhatikan keberadaan jembatan bailey yang berada di sisi proyek pembangunan Jembatan Kutablang A.
Menurutnya, jembatan tersebut masih berperan menjaga kelancaran transportasi di lintasan nasional. Jika terjadi masalah, kontraktor diminta segera melakukan penanganan agar jalur transportasi utama tidak terputus.
Setelah Jembatan Kutablang A dibuka untuk lalu lintas, jembatan lama yang saat ini menggunakan struktur bailey akan ditutup sementara untuk diperbaiki hingga selesai.
3. Bireuen masih punya sejumlah jembatan yang dibangun

Jembatan baru di Krueng Tingkem, Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi beroperasi. (Dokumentasi Satgas PRR untuk IDN Times) Dengan selesainya Jembatan Kutablang A, masih terdapat satu jembatan dengan kewenangan nasional yang dalam proses pembangunan, yakni jembatan permanen Teupin Mane di lintasan nasional Bireuen-Takengon.
Jembatan tersebut diperkirakan selesai pada Desember 2026.
Selain itu, jembatan rangka baja Pante Lhong yang dibangun di Desa Pante Lhong dan menghubungkan Kecamatan Peusangan dengan Peusangan Siblah Krueng merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Pembangunannya juga didanai Pemerintah Pusat.
Pemerintah Pusat juga akan membangun tiga jembatan rangka baja lainnya pada 2027 berdasarkan usulan Pemkab Bireuen.
Pembangunan sejumlah jembatan tersebut dilakukan setelah bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra pada November 2025 menghancurkan 12 jembatan rangka baja di aliran Krueng Peusangan dalam wilayah administrasi Kabupaten Bireuen.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
























