Sumatra Gelap 2 Hari, Gubernur Bobby Tak Ingin Blackout Terjadi Lagi

Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta PLN menjadikan pemadaman listrik besar di Sumatra sebagai evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan publik tetap berjalan.
Bobby menekankan pentingnya keandalan pasokan listrik seiring dorongan pemerintah terhadap penggunaan energi listrik di berbagai sektor, karena pemadaman panjang mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Ia juga menyoroti kebutuhan cadangan listrik untuk rumah sakit serta penguatan infrastruktur kelistrikan di Kepulauan Nias guna menjamin kestabilan energi bagi wilayah kepulauan.
Medan, IDN Times – Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meminta peristiwa padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Sumatra pada 22-23 Mei 2026 menjadi bahan evaluasi serius bagi PLN. Menurutnya, pemadaman listrik itu telah menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat maupun layanan publik.
Permintaan tersebut disampaikan Bobby saat menerima General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, di ruang kerjanya pada Selasa (26/5/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas gangguan sistem kelistrikan yang dipicu putusnya jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi di wilayah Jambi.
1. Bobby minta blackout tahunan tidak lagi terjadi

Bobby mengaku pemerintah daerah sempat berupaya mengantisipasi dampak pemadaman dengan meminta instansi pemerintahan memanfaatkan genset. Namun karena gangguan terjadi secara mendadak, tidak seluruh kebutuhan layanan publik dapat terakomodasi.
Menurutnya, blackout yang hampir setiap tahun terjadi di Sumatra tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi pemerintah saat ini sedang mendorong penggunaan energi listrik di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Saya melihat kemarin dari apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Sudah kita minta antisipasi seluruh pemerintahan untuk menggunakan genset. Namun karena tiba-tiba, jadi tidak semua bisa ter-cover," ujar Bobby Nasution.
2. Transisi ke energi listrik harus dibarengi jaminan pasokan

Bobby menilai kebutuhan listrik masyarakat akan terus meningkat seiring kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan energi listrik, mulai dari peralatan rumah tangga hingga transportasi umum.
Karena itu, ia meminta PLN memastikan keandalan sistem kelistrikan agar gangguan berskala besar tidak kembali terjadi. Terlebih durasi pemadaman yang panjang dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
"Hari ini kan pemerintah minta semua serba listrik, mulai dari kompor, mobil bahkan transportasi umum seperti bus sudah listrik. Makanya kami minta supportnya (jaminan ketersediaan listrik). Jangan lagi ada istilah blackout setiap tahun, karena waktunya sangat lama dan meluas," katanya.
3. Rumah sakit hingga Nias jadi perhatian

Selain meminta perbaikan sistem kelistrikan, Bobby juga menyoroti pentingnya ketersediaan cadangan listrik bagi fasilitas vital seperti rumah sakit dan layanan kesehatan. Menurutnya, sektor tersebut membutuhkan pasokan listrik yang stabil karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Ia juga menekankan perlunya penguatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kepulauan Nias melalui pembangunan pembangkit listrik baru. Langkah itu dinilai penting untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat di kawasan kepulauan.
Sementara itu, GM PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatra. Ia memastikan PLN akan meningkatkan kesiapan pasokan listrik, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Piala AFF U-19 di Sumatra Utara.
"Khusus di daerah bencana, tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah saja yang perlu perbaikan. Untuk perhelatan Piala AFF kita akan persiapkan lebih baik," pungkasnya.


















