Driver Ojol Meninggal Mendadak di Medan, Tak Ada Tanda Kekerasan

- Seorang driver ojek online berinisial AW ditemukan meninggal mendadak di pinggir Jalan Pelita IV, Medan, tanpa tanda kekerasan pada tubuhnya.
- Sebelum meninggal, korban sempat beristirahat dan minum air mineral usai mengantar penumpang, lalu tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri meski sudah ditolong warga.
- Polisi memastikan tidak ada unsur kriminal maupun barang hilang, sementara keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
Medan, IDN Times - Seorang driver ojek online berinisial AW (28) ditemukan meninggal dunia secara mendadak di pinggir Jalan Pelita IV, Kota Medan, tepatnya di seberang Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (8/7/2026) siang. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut dan memutuskan tidak dilakukan autopsi.
1. Korban sempat istirahat usai antar penumpang

Panca dari Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) menjelaskan, korban sebelumnya baru saja menyelesaikan orderan sebelum beristirahat di depan sebuah sekolah dasar.
"Waktu itu korban baru saja mengantar orderan terus istrihat lah dulu di depan sekolah SD, seberang kantor pendidikan," kata Panca, Sabtu (11/7/2026).
"Terus minum air mineral lah korban. Tapi tak lama jatuh ke tanah," sambungnya.
2. Sempat ditolong warga, namun korban sudah meninggal

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan memindahkan tubuh korban ke dalam area sekolah. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Setelah 20 menitan, aku sampai ke sana. Bersama kepala lingkungan kami coba kontak keluarga korban," ujar Panca.
Tak lama, ibu korban tiba di lokasi. Suasana haru pun menyelimuti tempat kejadian karena keluarga tidak menyangka korban meninggal secara tiba-tiba.
3. Polisi pastikan tidak ada unsur kriminal

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Alwan menyampaikan, hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Setelah diperiksa dokter, untuk visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," kata Alwan.
Ia juga memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang, seperti sepeda motor, dompet, maupun ponsel. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kawasan Tembung, Deli Serdang.
"Jadi keluarga korban tidak ada buat laporan," tutupnya.


















