Bus Bintang Utara Diserang OTK di Jalinsum, 2 Sopir Dikeroyok

- Sebuah bus Bintang Utara diserang belasan orang tak dikenal di Jalinsum, Labuhanbatu Utara, menyebabkan dua sopir mengalami luka-luka akibat pengeroyokan.
- Penyerangan terjadi dua kali dalam jarak sekitar 500 meter, di mana sopir utama dan cadangan menjadi korban pemukulan serta lemparan batu.
- Para pelaku juga merusak bus dengan melempari kaca hingga pecah, sementara polisi masih menyelidiki identitas mereka dan mengumpulkan barang bukti.
Labuhanbatu Utara, IDN Times - Aksi kekerasan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Senin (6/7/2026) malam. Sebuah bus penumpang milik Bintang Utara diserang oleh belasan orang tak dikenal (OTK).
Akibat kejadian itu, dua sopir bus yakni Julianto Sinaga dan Robin mengalami luka-luka setelah menjadi korban pengeroyokan. Polisi menyatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
1. Bus dihentikan, sopir langsung dikeroyok

Kasi Humas Polres Labura, AKP Aswin Irwan menjelaskan, peristiwa bermula saat bus bernomor polisi BK 7081 DQ dengan rute Medan–Dumai melintas di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB.
"Menurut keterangan Julianto selaku sopir bus, kendaraan yang dikemudikannya (tiba-tiba) diberhentikan oleh sekitar 5 orang yang tidak dikenal. Saat turun dari bus, pelapor dituduh menunjuk ke arah salah seorang dari kelompok tersebut," ujar Aswin, Jumat (10/7/2026).
2. Sopir cadangan juga jadi korban

Meski sempat membantah tuduhan, Julianto tetap menjadi sasaran kekerasan. Ia dipukuli hingga mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan tubuh.
"Dia mengalami luka lecet pada hidung, pipi sebelah kanan, bahu kanan dan kiri, serta kening sebelah kanan," ujar Aswin.
Setelah sempat melanjutkan perjalanan, bus kembali dihentikan sekitar 500 meter dari lokasi pertama. Kali ini, sekitar 10 orang langsung menyerang dan kembali mengeroyok Julianto. Sopir cadangan, Robin Josper, yang mencoba melerai juga ikut menjadi korban.
3. Bus dirusak, polisi masih buru pelaku

Robin mengalami luka setelah terkena lemparan batu di bagian kaki hingga mengeluarkan darah. Tak hanya itu, para pelaku juga merusak bus dengan melempari kendaraan menggunakan batu.
"Robin terkena lemparan batu pada kaki sebelah kiri hingga mengalami luka lecet dan mengeluarkan darah. Sebelum bus meninggalkan lokasi, para pelaku juga kembali melempari bus menggunakan batu sehingga mengakibatkan kaca samping sebelah kiri pecah," ujar Aswin.
Usai kejadian, korban melapor ke Polsek Aek Natas. Polisi kini tengah mengumpulkan barang bukti dan memburu para pelaku.
"Saat ini, identitas para pelaku masih dalam proses penyelidikan. Polsek Aek Natas telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian dan akan terus melaksanakan penyelidikan serta proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tutup Aswin.


















