Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelestarian Sejarah, Binus Medan Kembangkan Digitalisasi di Museum Tjo A Fie Mansion

38d3a3b4-65b1-4fb4-8ce3-1b5a797a28b0.jpg (1).jpeg
Binus Medan Kembangkan Digitalisasi di Museum Tjong A Fie Mansion (Dok. Binus)

Medan, IDN Times - Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Kota Medan, museum dan situs sejarah menghadapi tantangan untuk tetap relevan di era digital. Tidak lagi sekadar menjadi ruang penyimpanan artefak, museum dituntut menghadirkan pengalaman edukatif yang inklusif, interaktif, dan mudah diakses oleh pengunjung lintas generasi serta wisatawan mancanegara. Keterbatasan bahasa dan media informasi konvensional menjadi tantangan tersendiri, khususnya di kota multikultural seperti Medan yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS Medan turut berpartisipasi dalam rangkaian IMLEK FAIR 2026 melalui kolaborasi dengan Tjong A Fie Mansion, menghadirkan Fa Hua Exhibition yang berlangsung pada 24 Januari hingga 12 Maret 2026.

Kolaborasi ini menghadirkan pameran bertajuk “Dari Meixian ke Medan”, sebuah pameran yang menjadi wujud cinta dan apresiasi dari Ibu Mimi Tjong terhadap perjalanan hidup, nilai, serta warisan sejarah Tjong A Fie bagi Kota Medan.

Tjong A Fie merupakan tokoh penting dalam sejarah perkembangan Kota Medan pada awal abad ke-20. Sebagai pengusaha, fi antropis, dan pemimpin komunitas Tionghoa, ia berperan besar dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Hingga kini, Tjong A Fie Mansion menjadi simbol akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, dan Eropa, sekaligus pengingat akan pentingnya toleransi, kolaborasi lintas budaya, dan kontribusi masyarakat multikultural dalam membentuk identitas Kota Medan.

1. Bagian dari pengembangan Digital Museum Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion (instagram.com/heritage_cities_indonesia)
Tjong A Fie Mansion (instagram.com/heritage_cities_indonesia)

Kolaborasi BINUS Medan dengan Tjong A Fie Mansion menjadi bagian dari pengembangan Digital Museum Tjong A Fie Mansion. Penyusunan proposal serta kontribusi dalam pameran ini digagas oleh Assoc. Prof. Dr. Yi Ying bersama Michael Batubara dari Institutional

Development & Collaboration. Kegiatan tersebut juga melibatkan dosen lintas disiplin melalui hibah PKM skema NICE, di antaranya Evawaty Tanuar (Program Studi Computer Science), Ignatius Edward Riantono (Program Studi Digital Business), serta Irwansyah dan Citra Fadillah (Program Studi Visual Communication Design).

Kolaborasi ini juga berjalan dengan keterlibatan mahasiswa Program Studi Computer Science BINUS Medan yang tergabung dalam program PKM NICE, yaitu Felix Ghanesa, Darryl Jun’eley, Yesen, Vernice Henova Tjhan, Ricky Juantan, dan Jayvin Spielberg.

2. Mendapat dukungan dari Consulate General of Singapore in Medan

Museum Tjong A Fie Mansion (instagram @museumtjongafiemansion)
Museum Tjong A Fie Mansion (instagram @museumtjongafiemansion)

Digital museum tersebut dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan penyajian informasi konvensional, khususnya dalam mengakomodasi wisatawan mancanegara. Melalui pameran ini, BINUS Medan bersama Tjong A Fie Mansion memperkenalkan prototype digitalisasi museum berbasis tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin, seluruhnya dapat diakses dan dicoba langsung oleh pengunjung selama pameran berlangsung. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BINUS Berdampak dalam mendukung pelestarian sejarah serta penguatan ekosistem pariwisata budaya Kota Medan.

Dalam proses pengembangannya, inisiatif ini juga memperoleh dukungan dari Consulate General of Singapore in Medan, yang ke depannya direncanakan akan menjalin kolaborasi lanjutan bersama Nanyang Polytechnic. Dukungan internasional ini menegaskan komitmen BINUS Medan dalam memperluas jejaring global serta mendorong inovasi yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan, dan pelestarian budaya.

“Melalui kolaborasi ini, BINUS Medan ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berperan dalam pengembangan industri, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan sejarah Kota Medan. Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan digital museum ini menjadi bagian dari pembelajaran bermakna yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS Medan.

3. Pemanfaatan teknologi untuk melestarikan warisan budaya

potret Rumah Tjong A Fie di Medan (unsplash.com/motomotosc)
potret Rumah Tjong A Fie di Medan (unsplash.com/motomotosc)

Melalui inisiatif digitalisasi museum ini, BINUS Medan yang berfokus sebagai kampus Global Digitalpreneur, berharap kolaborasi antara institusi pendidikan, pengelola situs heritage, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus berkembang secara berkelanjutan dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan sejarah Kota Medan baik di skala nasional maupun mancanegara.

Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menghidupkannya kembali agar tetap relevan bagi generasi muda dan pengunjung global, sekaligus membuka ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung bagi kota dan masyarakat. Dengan semangat BINUS Berdampak, BINUS Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan dan teknologi yang memberi nilai tambah bagi Medan, hari ini dan di masa depan.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Awalnya Tak Sengaja, Citra Triana Memberi Makna hingga ke Timur Indonesia

06 Feb 2026, 19:00 WIBNews