Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wali Kota Rico Waas Nonaktifkan Lurah AUR Terkait Dugaan Pungutan Liar
Wali Kota Medan Rico Waas melepas purna tugas Sekda Wiriya Alrahman (Dok. Diskominfo Medan)
  • Wali Kota Medan Rico Waas menonaktifkan Lurah AUR setelah audit khusus Inspektorat menemukan dugaan pungutan di luar ketentuan.
  • Penonaktifan dilakukan berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 agar pemeriksaan disiplin berjalan objektif, menyusul rekomendasi pemrosesan dengan pertimbangan sanksi berat.
  • Pemko Medan menerapkan praduga tak bersalah dan tetap memberikan hak kepegawaian Lurah AUR hingga keputusan akhir, sambil menegaskan penindakan pelanggaran sesuai aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (6/8/2026)

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menonaktifkan Lurah AUR berdasarkan rekomendasi audit khusus Inspektorat Kota Medan atas dugaan pungutan di luar ketentuan. Penonaktifan dilakukan agar pemeriksaan disiplin berjalan objektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wali Kota Medan menonaktifkan Lurah AUR, Kecamatan Medan Maimun, menyusul audit khusus atas dugaan pungutan di luar ketentuan.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Lurah AUR, Camat Medan Maimun Rizki Hari Adam Lubis, dan Inspektorat Kota Medan terlibat dalam proses ini.
  • Where?
    Penonaktifan berkaitan dengan Kelurahan AUR di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
  • When?
    Rizki Hari Adam Lubis menyampaikan penonaktifan tersebut di Medan pada Rabu, 6 Agustus 2026.
  • Why?
    Penonaktifan dilakukan berdasarkan rekomendasi audit khusus Inspektorat Kota Medan agar pemeriksaan disiplin atas dugaan pungutan berjalan objektif.
  • How?
    Camat Medan Maimun menerbitkan surat pembebasan sementara sesuai Pasal 31 ayat (1) PP Nomor 94 Tahun 2021; Lurah AUR diproses dengan pertimbangan sanksi disiplin berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wali Kota Medan Rico Waas menonaktifkan Lurah AUR dari tugasnya. Lurah itu diduga meminta uang yang tidak sesuai aturan. Orang-orang di kantor kota sudah memeriksa laporan warga. Sekarang Lurah AUR sedang diperiksa untuk hukuman disiplin. Tetapi, ia masih dianggap belum bersalah sampai ada keputusan akhir. Hak kerjanya masih diberikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Langkah penonaktifan sementara ini menunjukkan upaya Pemko Medan menjaga pemeriksaan tetap objektif sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional. Proses tersebut juga menyeimbangkan ketegasan terhadap dugaan pelanggaran dengan penghormatan pada asas praduga tak bersalah dan pemenuhan hak kepegawaian hingga keputusan akhir ditetapkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menonaktifkan Lurah AUR bernama Erfin Hadi Syahputra Hasibuan, Kecamatan Medan Maimun, dari jabatannya.

Penonaktifan dilakukan menyusul rekomendasi hasil audit khusus Inspektorat Kota Medan atas dugaan pungutan di luar ketentuan.

Ia dinonaktifkan sementara dari jabatannya oleh Wali Kota Medan sejak awal Agustus 2026 untuk pemeriksaan disiplin.

1. Keputusan tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan Camat Medan Maimun

Kantor Wali Kota Medan (Dok. Diskominfo Medan)

Dalam keputusan tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan Camat Medan Maimun Rizki Hari Adam Lubis. Penonaktifan dilakukan untuk menjamin proses pemeriksaan disiplin berjalan objektif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Pembebasan sementara ini merujuk pada Pasal 31 ayat (1) PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Hal ini dilakukan agar pemeriksaannya fokus," kata Rizki Hari Adam di Medan, Rabu (6/8/2026).

2. Lurah AUR diproses melalui mekanisme penjatuhan hukuman disiplin dengan pertimbangan sanksi disiplin berat

Wali Kota Medan Rico Waas melepas purna tugas Sekda Wiriya Alrahman (Dok. Diskominfo Medan)

Sebelumnya, Inspektorat Kota Medan menyelesaikan audit khusus atas laporan masyarakat. Hasil pemeriksaan merekomendasikan agar Lurah AUR diproses melalui mekanisme penjatuhan hukuman disiplin dengan pertimbangan sanksi disiplin berat.

Kepala Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi yang juga Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Medan mengatakan, penegakan disiplin ASN merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

"Setiap laporan masyarakat yang didukung bukti dan hasil pemeriksaan dipastikan akan ditindaklanjuti secara profesional tanpa pandang bulu," ujar Erfin.

3. Pemko Medan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah

Wali Kota Medan, Rico Waas Sapa Warga di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kota Medan (Dok. Diskominfo Medan)

Erfin menambahkan, Pemko Medan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah. Hak-hak kepegawaian Lurah AUR tetap diberikan selama masa penonaktifan hingga terbit keputusan akhir.

"Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang di lingkungan Pemko Medan. Setiap pelanggaran akan diproses secara tegas dan sesuai aturan," tegasnya.

Pemko Medan juga mengimbau seluruh ASN menjaga integritas serta menghindari pungutan yang bertentangan dengan aturan dalam memberikan pelayanan publik.

Diketahui, Lurah Aur Erfin Hadi Syahputra Hasibuan diduga melakukan pungli terhadap para kepling di jajarannya. Pungli yang dilakukan Erfin bervariasi, mulai dari Rp200.000 hingga Rp400.000 per kepling untuk kepentingan pribadinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article