Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tersendat Karena Korupsi, Pembangunan Jalan Sipiongot Dilanjut

IMG_20251008_131654.jpg
Sidang kasus korupsi Jalan Sipiongot (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya sih...
  • Pembangunan jalan Sipiongot ditargetkan dimulai Maret 2026
  • Tiga ruas jalan dibangun dengan total anggaran lebih dari Rp238 miliar
  • Diharapkan buka isolasi dan dorong pemerataan pembangunan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan kelanjutan proyek pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Pembangunan jalan ini terlibat dalam kasus korupsi beberapa waktu lalu. Kasusnya juga masih berjalan di meja hijau.

 

1. Pembangunan jalan ditargetkan dilanjut Maret 2026

IMG_20251001_144924.jpg
Sidang saksi kasus korupsi Jalan Sipiongot (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kepastian waktu pelaksanaan proyek disampaikan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut. Pembangunan jalan Sipiongot ditargetkan mulai berjalan pada Maret tahun depan.

“Kita targetkan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot akan dimulai pada Maret 2026. Mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan segera,” ujar Kabid Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Harry Rizal Hasibuan dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).

Proyek ini telah masuk dalam daftar program strategis daerah yang menjadi fokus Pemprov Sumut tahun ini.

2. Tiga ruas jalan dibangun dengan total anggaran lebih dari Rp238 miliar

Ayah dan anak kontraktor terdakwa kasus korupsi jalan Sipiongot Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Ayah dan anak kontraktor terdakwa kasus korupsi jalan Sipiongot Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pembangunan jalan di kawasan Sipiongot mencakup tiga ruas utama dengan total anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. Rinciannya, ruas Sipiongot–batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer dengan anggaran Rp96 miliar, Sipiongot–batas Tapanuli Selatan sepanjang 12 kilometer dengan anggaran Rp72 miliar, serta ruas Hutaimbaru–Sipiongot Paluta sepanjang 11,8 kilometer dengan anggaran Rp70,8 miliar.

Selama bertahun-tahun, kondisi jalan di kawasan ini menjadi keluhan utama warga. Selain rusak berat, akses transportasi kerap terputus ketika musim hujan tiba.

“Kawasan Sipiongot ini dulu masih menjadi daerah yang tertinggal. Bahkan kalau bisa kita katakan di tahun 80-90 an, transportasi di kawasan Sipiongot ini harus dilalui dengan naik kuda,” ujar Harry.

3. Diharapkan buka isolasi dan dorong pemerataan pembangunan

IMG_20251119_100934.jpg
Topan Ginting saat turun dari mobil tahanan kejaksaan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Jalan Sipiongot dinilai memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah—menghubungkan Paluta, Tapanuli Selatan, dan Labuhanbatu—pembangunan jalan ini diharapkan memperlancar akses ekonomi warga serta memudahkan masyarakat menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan, khususnya di Kecamatan Dolok.

“Proyek ini tentu dapat mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini terpencil dan tertinggal,” kata Harry.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Napi Lapas Tamiang yang Dilepaskan Mulai Melapor, Remisi Ditambah

28 Jan 2026, 23:51 WIBNews