Duka Pekerja kala Api Membakar Habis Pabrik Sandal di Medan

- Karyawan: baru saja dirumahkan 2 bulan karena banjir, kini terpaksa libur lagi
- Perusahaan tepis kabar bohong ada 35 pekerja yang tewas terpanggang
- Pabrik ludes 90 persen, 255 karyawan terpaksa diliburkan
Medan, IDN Times - Insiden kebakaran tak pernah sekali pun disangka oleh para pekerja PT Garuda Mas Perkasa. Perusahaan yang mencetak produk sandal Swallow di Kecamatan Medan Deli itu sudah 90 persen ludes terbakar. Bahkan 12 jam berlalu, api belum juga mampu dipadamkan, sebab material produk yang mayoritas terbuat dari karet semakin menyulut kobaran api.
Perusahaan mengklaim tak ada karyawan yang menjadi korban kebakaran. Meskipun begitu, ratusan pekerja yang mencari nafkah di tempat ini terpaksa harus "dirumahkan" lagi dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.
1. Karyawan: baru saja dirumahkan 2 bulan karena banjir, kini terpaksa libur lagi

Salah satu karyawan bernama Aseh (43 tahun) tampak berada di depan pabrik bersama rekan-rekannya. Tatapannya nanar melihat mobil pemadam kebakaran silih berganti memadamkan api di pabriknya.
"Sedih sekali rasanya. Karena kami ini baru seminggu masuk kerja lagi. Sebelumnya kami sudah 2 bulan dirumahkan karena pabrik kami kebanjiran," cerita Aseh kepada IDN Times, Rabu (28/1/2026).
Ia tidak tahu mau bekerja di mana lagi, mengingat pabriknya ludes terbakar. Aseh juga masih syok atas insiden yang terjadi pada malam pukul 21.50 WIB kemarin.
"Saya sudah lama bekerja di sini. Total sudah 15 tahun," lanjutnya.
2. Perusahaan tepis kabar bohong ada 35 pekerja yang tewas terpanggang

Mewakili perusahaan, Maya Novianty selaku Manager HRD PT Garuda Mas Perkasa angkat bicara. Ia menepis kabar bohong yang menyebut ada 35 karyawan pabrik yang tewas terpanggang.
"Informasi yang beredar dari media sosial yang kita dengar ya, bahwasanya ada korban jiwa. Sampai sejauh ini, tidak ada korban jiwa. Informasi yang beredar soal korban jiwa itu tidak benar. Tidak ada korban jiwa, insyaallah. Namun kondisinya ya seperti yang rekan-rekan lihat sendiri, ya, kita juga harap doanya supaya semua bisa berakhir dan berjalan dengan baik," ungkap Maya.
Lebih rinci Maya menceritakan bahwa kebakaran terjadi saat karyawan tengah istirahat. Kala itu karyawan shift 2 yang masuk sore lah yang berada di pabrik.
"Wilayah ini (titik api) memang tidak dimasuki karyawan. Jadi, kan ada tiga gerbang, nih. Jadi, anak-anak sudah pada keluar gitu. Yang masuk pekerja di shift kedua. Jumlah karyawan di sini ada 255 orang, tapi kemarin yang shift 2 hanya 70-an saja," jelasnya.
3. Pabrik ludes 90 persen, 255 karyawan terpaksa diliburkan

Maya tak urung menceritakan betapa paniknya para pekerja saat insiden kebakaran terjadi. Terutama pada saat kobaran api semakin membara dan membumbung tinggi.
"Karena ada asap, kita kemarin fokus ke anak-anak (karyawan). Namanya api, kan, cepat merembet, tuh. Ya sudah kita fokus ke penyelamatan seluruh karyawan," beber Maya.
Atas peristiwa yang terjadi, Maya memastikan bahwa seluruh karyawan diliburkan. Sebab hampir 90 persen pabrik mereka ludes disambar api.
"Ya pastilah libur saat ini karena semua sudah terbakar, nih. Kemarin juga kita korban kebanjiran. Segala sesuatunya kita selalu koordinasi, ya, dengan karyawan. Mereka juga sudah paham kondisi kita bagaimana, ya. Karena kita tidak melakukan di luar apa yang tidak diinginkan. Kalau untuk kerugian material akibat kebakaran, belum bisa kita taksir," pungkasnya.















