Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keuchik Batu Sumbang Minta Seluruh Warga Direlokasi karena Rawan Banjir

WhatsApp Image 2026-01-25 at 20.14.25.jpeg
Kondisi Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Aceh Timur, IDN Times - Warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, meminta pemerintah merelokasi seluruh warga ke tempat lebih aman. Mereka khawatir banjir kembali menghancurkan desa karena pendangkalan sungai pascabandang akhir November 2025.

“Penangkal air juga sudah rendah. Kalau terjadi banjir susulan, yang kami khawatirkan akan terulang kembali (banjir),” kata Keuchik terpilih Gampong Batu Sumbang, Razak, kepada IDN Times.

1. Banjir membuat 61 unit rumah warga rusak berat

WhatsApp Image 2026-01-25 at 20.14.27 (1).jpeg
Kondisi Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Dia mengatakan banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 mengakibatkan 61 unit rumah warga mengalami rusak berat. Sementara 35 unit lainnya mengalami rusak sedang dan ringan. Data itu berdasarkan verifikasi desa.

“Total terdapat 96 unit rumah terdampak dari 134 kepala keluarga atau sekitar 523 jiwa yang bermukim di gampong,” ujar Razak.


2. Alur sungai yang dangkal menjadi kekhawatiran warga

WhatsApp Image 2026-01-25 at 20.14.27.jpeg
Kondisi Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Razak menilai permukiman warga saat ini sudah tidak layak lagi ditempati karena kondisi alur sungai yang sudah sejajar dengan permukiman. Selain itu, penangkal air dinilai sudah rendah sehingga berpotensi memicu banjir susulan.

“Kalau terjadi banjir lagi, kami khawatir akan terulang kejadian yang sama. Karena itu, harapan kami semua warga direlokasi, baik rumah yang masih berdiri maupun yang sudah hanyut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi relokasi yang diusulkan tidak jauh dari permukiman saat ini dan masih berada di dalam wilayah Gampong Batu Sumbang. Jaraknya dinilai masih terjangkau dari lahan pertanian warga dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Keuchik terpilih Gampong Batu Sumbang itu menceritakan banjir bandang bukan kali pertama melanda wilayah tersebut. 

Air besar dari luapan sungai pernah terjadi pada 1995. Namun, banjir masih tergolong aman bagi permukiman di bantaran sungai. 

Kemudian, banjir kembali melanda Gampong Batu Sumbang pada 2006 atau 11 tahun pascabencana sebelumnya. Saat itu, banjir bandang memaksa warga direlokasi dari kampung lama di pinggiran sungai ke permukiman yang saat ini ditempati.

“Pada 2006, air tidak sampai ke permukiman yang sekarang. Tapi pada 2025 ini, air bukan hanya masuk, bahkan menenggelamkan permukiman,” katanya.


3. Berharap pemerintah merelokasi semua warga ke tempat yang lebih aman

WhatsApp Image 2026-01-25 at 20.14.26.jpeg
Kondisi Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat segera merealisasikan relokasi ke kawasan yang lebih tinggi agar warga tidak terus hidup dalam trauma dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Jadi harapan kami, kami mohon relokasinya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terulang lagi,” ucap Keuchik terpilih Gampong Batu Sumbang itu.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Keuchik Batu Sumbang Minta Seluruh Warga Direlokasi karena Rawan Banjir

25 Jan 2026, 21:28 WIBNews