Kerja Sama Inalum dan PJT I, Ini Deretan Program Konservasi Danau Toba

- Kerja sama Inalum dan PJT I untuk konservasi Danau Toba
- Inalum bangun 15 unit sumur injeksi di hulu dan program edukasi lingkungan
- Pembangunan 3 unit Kebun Bibit Rakyat, rehabilitasi lahan, dan mitigasi bencana hidrometeorologi
Medan, IDN Times- PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) menegaskan komitmen jangka panjang menjaga sumber kehidupan Sumatra Utara melalui aksi konservasi terpadu di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Inalum menjalankan rangkaian program konservasi air, rehabilitasi hutan, hingga pemberdayaan masyarakat di tujuh kabupaten/kota sekitar Danau Toba. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
1. Kelestarian Danau Toba perlu kerja sama konsisten

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum Sunarno A. Rakino, menegaskan, kelestarian Danau Toba tidak bisa dibangun secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama yang konsisten dan terukur.
“Bagi Inalum, Danau Toba bukan hanya lanskap alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, kami hadir dengan aksi nyata yang berkelanjutan, melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari solusi,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Inalum dan mitra merealisasikan pembangunan 10 ribu lubang biopori di wilayah rawan limpasan air seperti Simalungun dan Samosir. Selain itu, 500 unit sumur resapan dibangun di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara untuk meningkatkan cadangan air tanah dan mengurangi risiko banjir.
2. Inalum bangun 15 unit sumur injeksi di hulu

Sebagai inovasi tambahan, Inalum juga membangun 15 unit sumur injeksi di kawasan hulu, termasuk Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo, guna menjaga ketersediaan air tanah dalam jangka panjang.
Tak hanya infrastruktur, edukasi lingkungan menjadi pilar penting. Program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, menanamkan kesadaran ekologis sejak usia dini.
3. Pembangunan 3 unit Kebun Bibit Rakyat

Untuk memastikan keberlanjutan penghijauan, Inalum membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan kapasitas 50 ribu bibit per tahun, serta Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas hingga 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini menjadi penopang utama rehabilitasi lahan secara berkelanjutan.
Dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Inalum membentuk dan melatih 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir. Pendekatan berbasis komunitas ini memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memperluas rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan mereka.
Program penanaman pohon menjadi salah satu langkah paling masif. Hingga akhir 2025, Inalum bersama mitra telah melakukan rehabilitasi lingkungan di lahan seluas 1.050 hektare dengan total 420.000 pohon yang ditanam di berbagai kabupaten sekitar Danau Toba.
Jenis tanaman dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, mulai dari pengendalian erosi, peningkatan daya resap air, hingga penguatan tutupan hijau. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

















