Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Daging Ayam di Medan Meroket, Dipicu Pasokan untuk MBG

Kota Medan
Harga Daging Ayam di Medan Meroket, Dipicu Pasokan untuk MBG
Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga daging ayam nasional melampaui Rp40.000 per kilogram, dipicu lonjakan permintaan termasuk program Makan Bergizi Gratis serta kenaikan biaya pakan.
  • Pemerintah menambah Grand Parent Stock untuk meningkatkan pasokan ayam hidup; jika impor berjalan lancar, harga diproyeksikan turun ke Rp30.000-Rp35.000 per kilogram dalam enam bulan.
  • Stabilitas harga bergantung pada pasokan, pakan, kurs, dan biaya produksi; peternak serta distributor disarankan memperbaiki perencanaan, efisiensi, dan transparansi rantai pasok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Harga daging ayam belakangan ini meroket, mencapai rata-rata lebih dari Rp40.000 per kilogram secara nasional, mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Dari harga ayam tersebut, Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti kenaikan harga ini dipicu lonjakan permintaan, terutama untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kenaikan harga bahan baku pakan.

Di salah satu pasar tradisional Deli Serdang, harga daging ayam sempat menyentuh Rp28.000 per kilogram saat liburan sekolah, dan kini dijual Rp39.000 per kilogram. Hal ini memicu kekhawatiran ibu rumah tangga akan harga yang terus melonjak.

"Pemerintah telah menambah Grand Parent Stock (GPS) untuk meningkatkan pasokan ayam hidup. Jika ini berhasil, harga daging ayam bisa turun dalam 6 bulan mendatang," kata Gunawan.

  1. 1. Diproyeksikan harga daging ayam bisa ditekan menjadi Rp30.000-Rp35.000 per kilogram dalam kurun waktu 6 bulan mendatang

    IMG_20260707_141058.jpg
    Beberapa orang melewati lapak penjual daging ayam potong. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Dia memproyeksikan harga daging ayam bisa ditekan menjadi Rp30.000-Rp35.000 per kilogram dalam kurun waktu 6 bulan mendatang, jika impor GPS berjalan lancar.

    "Namun, perlu diingat bahwa penurunan harga juga tergantung pada faktor lain seperti harga pakan, kurs mata uang, dan biaya input produksi," tambahnya.

    Kenaikan harga ayam saat ini berpeluang turun, tergantung pada jumlah pasokan ayam hidup, harga pakan, kurs mata uang, dan biaya input produksi.

  2. 2. Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga pangan

    IMG-20260608-WA0080.jpg
    Peternakan ayam petelur jadi sarana pembinaan bagi narapidana Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

    Peternak juga diimbau untuk tidak menetaskan semua bibit (telur) untuk dijadikan Final Stock (FS) karena risiko seleksi tidak ketat dan potensi wabah penyakit. Dengan perencanaan supply yang tepat, harga daging ayam diharapkan bisa stabil dan tidak membebani masyarakat.

    Pemerintah juga diharapkan dapat terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga pangan.

  3. 3. Disarankan peternak dan distributor meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasok

    IMG-20260608-WA0079.jpg
    Bedi terlihat mengambil telur yang ada di dalam kandang ayam Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

    Selain itu, Gunawan juga menyarankan agar peternak dan distributor meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasok untuk menghindari kenaikan harga yang tidak perlu.

    "Kita juga perlu meningkatkan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor untuk menjaga stabilitas harga," katanya.

    Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan harga daging ayam bisa kembali normal dan masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More