Dara Asal Riau Raih 2 Medali Emas di ASEAN Para Games Thailand

IDN Times, Pekanbaru - Membanggakan Indonesia! Atlet difabel, Helin Wardina meraih medali emas dalam ajang Multi Event 13th ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Thailand. Tak hanya satu, atlet atletik asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau itu, meraih dua medali emas dalam event multi olahraga tersebut.
Pertama, Helin meraih podium tertinggi pada nomor lari 200 meter T64 putri. Kemudian, Helin kembali memenangkan nomor lari 100 meter T64 putri.
"Alhamdulillah, bagi saya pribadi, medali emas ini memiliki makna strategis bagi pengembangan olahraga para atletik nasional," ucapnya Helen, Minggu (25/1/2026).
Keberhasilan ini melengkapi capaian emas sebelumnya dan semakin mengukuhkan Helin sebagai salah satu atlet andalan Indonesia di cabang olahraga para atletik. Penampilan konsisten dan penuh semangat juang menjadi kunci keberhasilan Helin dalam menaklukkan lintasan lari dan mengungguli para pesaingnya dari negara-negara ASEAN.
Prestasi Helin tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menjadi motivasi bagi atlet-atlet daerah, khususnya atlet disabilitas, agar terus berprestasi dan berani bermimpi di tingkat internasional.
Diketahui, ajang Multi Event 13th ASEAN Para Games 2025, berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026, yang berlangsung di Thailand.
1. Prestasi yang sangat membanggakan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang kembali ditorehkan atlet asal Kabupaten Bengkalis tersebut.
"Prestasi Helin Wardina sangat membanggakan. Dua medali emas yang diraihnya itu menunjukkan kerja keras, disiplin, serta mental juara yang luar biasa," ujar Edi.
"Prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarga dan daerah asalnya, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis dan Indonesia di kancah internasional," sambungnya.
Edi berharap, prestasi Helin ini dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Kabupaten Bengkalis, khususnya atlet disabilitas, untuk terus berlatih dan berprestasi di berbagai kejuaraan.
Edi menambahkan, komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus mendukung pembinaan olahraga prestasi, termasuk bagi atlet NPCI, agar semakin banyak atlet daerah yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
2. Ini kata Rektor ISNJ Bengkalis

Helin diketahui tercatat sebagai mahasiswi di Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis. Terkait dengan pencapaian Helin, Rektor ISNJ Bengkalis Khadijah Ishaq menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam.
Dalam pernyataannya, Khadijah menegaskan bahwa prestasi Helin merupakan kebanggaan, Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis, dan Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis.
"Kami menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudari Helin Wardina atas keberhasilan meraih medali emas di tingkat internasional. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis, tetapi juga membawa nama baik ISNJ Bengkalis," katanya.
"Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi nilai disiplin, kerja keras dan integritas," sambung Khadijah.
Keberhasilan Helin tidak hanya mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional, tetapi juga mengangkat reputasi ISNJ Bengkalis sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan mahasiswa/ mahasiswi berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
3. Selain Helin, satu atlet dari Bengkalis juga terpilih

Sekretaris NPCI Kabupaten Bengkalis M Yani mengatakan, bahwa ada dua atlet yang terpilih merupakan hasil pembinaan dan seleksi berjenjang. Selain Helin, Yahya Muhaimin juga ikut memperkuat tim Indonesia untuk cabang olahraga cerebral palsy.
"Selain Helin, Yahya Muhaimin juga dari Bengkalis. Dia terpilih untuk cabang sepak bola cerebral palsy, kata M Yani.
Ia menambahkan, keikutsertaan atlet dari Kabupaten Bengkalis pada ajang internasional tersebut, menjadi motivasi bagi atlet disabilitas lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi.
"Ini bukan hanya kebanggaan NPCI, tetapi juga masyarakat Bengkalis secara keseluruhan," tambahnya.

















