SPAM Diperbaiki, Begini Penyaluran Air Bersih ke RSUD Aceh Tamiang

- SPAM Karang Baru jadi tulang punggung air bersih Aceh TamiangMenko AHY meninjau SPAM Karang Baru yang memiliki kapasitas 100 liter per detik dan menjadi sumber utama air bersih bagi wilayah sekitar, termasuk RSUD Aceh Tamiang.
- Air Bersih ke RSUD Dipastikan Aman dan Sesuai StandarKualitas air yang disalurkan ke RSUD Aceh Tamiang telah memenuhi standar kesehatan. Air bersih menjadi elemen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama pascabencana.
- IGD sudah beroperasi, pemulihan total ditargetkan Juni 2026Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah kembali beroperasi, disusul se
Aceh Tamiang, IDN Times – Hampir dua bulan pasca bencana, Aceh Tamiang masih melakukan pembenahan. Termasuk salah satunya infrastruktur penyedia air.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru dan infrastruktur air bersih di RSUD Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih kembali stabil, terutama bagi fasilitas publik vital seperti rumah sakit.
1. SPAM Karang Baru jadi tulang punggung air bersih Aceh Tamiang

Menko AHY meninjau SPAM Karang Baru yang memiliki kapasitas 100 liter per detik dan menjadi sumber utama air bersih bagi wilayah sekitar, termasuk RSUD Aceh Tamiang. Sebelum bencana, kapasitas SPAM ini bahkan mencapai 200 liter per detik dengan sekitar 20 ribu sambungan rumah.
“Dalam kondisi normal sebelum bencana, kapasitasnya bisa mencapai 200 liter per detik dengan sekitar 20 ribu sambungan rumah. Saat ini, instalasi beton sudah kembali berfungsi, sementara instalasi baja masih memerlukan perbaikan dan pembangunan kembali, termasuk reservoir,” ujar Menko AHY.
Bencana menyebabkan kerusakan signifikan, terutama pada instalasi berbahan baja yang terdampak sedimen dan kerusakan struktur. Pemerintah kini melakukan pemancangan pipa baru sebagai bagian dari pemulihan jaringan distribusi.
2. Air Bersih ke RSUD Dipastikan Aman dan Sesuai Standar

Selain memastikan kontinuitas pasokan, kualitas air bersih juga menjadi perhatian. Menko AHY menyebut air yang saat ini disalurkan ke RSUD Aceh Tamiang telah memenuhi standar kesehatan.
“Tadi sudah dijelaskan bahwa dari sisi kekeruhan dan kandungan besi, air yang disalurkan sudah memenuhi standar Permenkes dan bisa digunakan untuk melayani rumah sakit,” jelasnya.
Air bersih menjadi elemen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama pascabencana, ketika risiko penyakit dan beban layanan medis meningkat.
3. IGD sudah beroperasi, pemulihan total ditargetkan Juni 2026

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke RSUD Aceh Tamiang. Menko AHY memastikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah kembali beroperasi, disusul sebagian ruang rawat inap yang mulai difungsikan.
“Alhamdulillah IGD sudah beroperasi dengan baik, dan sebagian ruang rawat inap juga sudah berjalan. Tadi saya cek, air bersih di beberapa fasilitas sudah mengalir dengan deras dan bersih,” kata Menko AHY.
Meski layanan rumah sakit telah berjalan, pemulihan total infrastruktur air bersih, khususnya instalasi baja, ditargetkan rampung pada Juni 2026. Pemerintah pusat dan daerah, kata AHY, akan terus mengawal proses ini agar bisa dipercepat tanpa mengabaikan aspek teknis dan keselamatan.
Banjir menerjang Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu. Aceh Tamiang menjadi satu daerah yang terparah terdampak banjir Aceh. Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan, banjir telah mengakibatkan 74.801 Kepala Keluarga terdampak. Sebanyak 101 orang meninggal dunia. Menjadikannya sebagai daerah kedua dengan korban jiwa tertinggi setelah Aceh Utara. Sebanyak 6.052 orang kini masih tinggal di pengungsian.
















