Imbas Perang Iran-Israel, Harga Minyak Goreng Curah di Sumut Naik

- Harga minyak mentah dunia naik hingga mendekati $120 per barel, mendorong penguatan harga CPO ke level 4.570 ringgit per ton.
- Kenaikan harga CPO berdampak langsung pada lonjakan harga minyak goreng curah di Sumut, naik sekitar Rp250 hingga Rp1.500 per kilogram.
- Fluktuasi harga dipicu perang Iran–AS/Israel dan meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga Idulfitri, menjadikan minyak goreng komoditas pangan paling terdampak.
Medan, IDN Times - Harga minyak mentah dunia alami kenaikan hingga mendekati $120 per barel pada perdagangan kemarin, meskipun hari ini ditransaksikan turun di kisaran $93 per barel untuk jenis minyak Brent.
Seiring dengan lonjakan pada harga minyak mentah dunia, harga minyak kelapa sawit (CPO) juga ikut alami penguatan hingga ke level 4.570 ringgit per ton, padahal pada tanggal 25 Februari 2026 sebelumnya sempat ditransaksikan di kisaran harga 4.000 ringgit per ton.
1. Kenaikan harga minyak mentah akan mendorong peningkatan CPO untuk penggunaan Bio Diesel

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menjelaskan kenaikan harga CPO lebih dikarenakan oleh ekspektasi bahwa kenaikan harga minyak mentah akan mendorong peningkatan CPO untuk penggunaan Bio Diesel.
"Impact-nya sangat terasa terhadap pembentukan harga produk turunan dari CPO seperti minyak goreng. Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis) di Sumut, rata-rata harga minyak goreng curah naik sekitar Rp250 per Kg pada hari ini," jelasnya.
Harga minyak goreng curah di Sumut naik dari kisaran Rp19.200 menjadi Rp19.450 per Kg. Bila ditelusuri lebih mendalam lagi, terjadi kenaikan dalam rentang Rp500 hingga Rp1.500 per Kg nya. Di mana di sejumlah pasar yang alami kenaikan hingga Rp1.500 berada di Pasar brayan kota Medan dan aek habil kota Sibolga. Sementara pasar yang alami kenaikan harga minyak goreng sekitar Rp500 per Kg ada di Pasar Petisah kota Medan.
2. Diperkirakan mengikuti dinamika harga CPO dunia yang dipengaruhi oleh perang Iran – AS/Israel

Kenaikan harga minyak goreng curah tersebut diperkirakan mengikuti dinamika harga CPO dunia yang dipengaruhi oleh perang Iran – AS/Israel.
"Karena kenaikan harga CPO lebih mencerminkan fluktuasi pada harga komoditas energi seperti minyak mentah. Demand atau permintaan minyak goreng memang tengah alami kenaikan selama Ramadhan hingga Idul fitri," katanya.
3. Pola kenaikan yang paling tajam itu terjadi disaat jelang Ramadan dan H-7 hingga Idul Fitri nantinya

Namun, lanjutnya pola kenaikan yang paling tajam itu terjadi di saat jelang Ramadan dan H-7 hingga Idul Fitri nantinya.
"Kenaikan harga minyak goreng curah pada saat ini lebih dipegaruhi oleh sisi eksternal, di mana ada tarikan permintaan untuk eskpor sementara disii lain harus memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri," ungkapnya.
Dia menilai sejauh ini komoditas pangan minyak goreng menjadi satu-satunya komoditas Sembako yang terdampak dari perang di Timur Tengah.

















