Pungli dan Premanisme Marak di Belawan, Polisi Ciduk 16 Pelaku

- Polisi tangkap 16 pelaku pungli dan premanisme di Belawan
- 15 pelaku yang ditangkap positif narkoba
- Polres Pelabuhan Belawan bekuk remaja yang rampok sopir kontainer
Medan, IDN Times - Aksi pungutan liar (pungli) dan premanisme marak terjadi di wilayah Medan Belawan, Kota Medan. Tak jarang aksi mereka kerap viral di media sosial karena sudah banyak meresahkan masyarakat.
Contohnya seperti aksi pungli yang kerap menghadang truk-truk menuju pabrik di kawasan industri. Tak jarang dari mereka memaksa meminta uang kepada sopir dan tak sungkan memberi ancaman serta intimidasi.
1. Polisi tangkap 16 pelaku pungli dan premanisme yang kerap viral di Belawan

Menyikapi ramainya berita viral tentang pungli dan premanisme, tim gabungan Brimob Polda Sumut, Dit Samapta Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan melakukan penindakan. Dari kegiatan ini, mereka membekuk 16 orang pelaku pungli dan premanisme.
"Kami melakukan penangkapan terhadap 16 orang pelaku premanisme dan pungutan liar serta 1 orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan," kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, melalui Kabag Ops Kompol Jan Piter Napitupulu, Jumat (23/1/2026)
Dari penindakan gabungan tersebut, petugas mengamankan 5 orang pelaku pungli di Simpang Sicanang, 6 orang pelaku pungli di Simpang Kampung Salam, 4 orang pelaku dari sebuah pos ormas di Sicanang, serta 1 orang pelaku pungli di parkiran truk CPO.
"Selain itu, 1 orang pelaku berinisial AP berhasil diamankan di sekitar PT. Smart, yang diketahui merupakan pelaku premanisme sekaligus pelaku curas yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan pada 6 Januari 2026," lanjutnya.
2. 15 pelaku yang ditangkap positif narkoba

Penangkapan tersebut dilakukan saat tim gabungan melaksanakan penindakan kejahatan jalanan dan gangguan Kamtibmas lainnya di wilayah Belawan.
“Penangkapan ini dilakukan pada saat Tim Gabungan dari Brimob Polda Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan kegiatan penindakan terhadap kejahatan jalanan serta gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” beber Jan Piter.
Ia menyebutkan bahwa pelaku selanjutnya dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebab, mayoritas dari mereka merupakan pemakai narkotika.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan tes urine terhadap para pelaku, sebanyak 15 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika. Polres Pelabuhan Belawan menegaskan akan terus melakukan kegiatan penindakan secara berkelanjutan bersama unsur Polda Sumut guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta memberantas aksi premanisme, pungli, dan kejahatan jalanan lainnya di wilayah Belawan," pungkasnya.
3. Sebelumnya, Polres Pelabuhan Belawan juga bekuk remaja yang rampok sopir kontainer

Sebelumnya, aksi premanisme di Medan Belawan berujung pada perampokan. Korbannya ialah seorang sopir truk kontainer bernama Zulkarnain. Kala melintasi Jalan Raya Simpang Jam, Medan Belawan, ia diberhentikan paksa oleh komplotan remaja yang membawa senjata tajam.
"Kejadian bermula saat korban Zulkarnain bersama istrinya melintas menggunakan truk kontainer menuju arah Gabion. Saat melintas di lokasi kejadian, truk korban dihadang oleh sekitar 6 pelaku yang mengancam akan melempari truk dengan batu apabila tidak berhenti. Melihat situasi tersebut, istri korban langsung menyimpan dompet ke dalam celana. Saat itu juga para pelaku memaksa korban dan istrinya membuka jendela truk," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo, Senin (12/1/2026) lalu.
Saat jendela dibuka, salah seorang pelaku langsung menodongkan senjata tajam kepada istri korban. Mereka diancam menggunakan pisau cutter dan memaksa korban menyerahkan dompetnya.
"Karena korban tidak menyerahkannya, salah satu pelaku masuk ke dalam truk melalui jendela dan menggeledah korban lalu mengambil dompet berisi uang Rp1,3 juta beserta satu unit handphone,” tutur Agus.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan itu mengatakan bahwa salah satu pelaku telah ditangkap pihaknya. Dia bernama Ravel, seorang remaja yang masih berusia 22 tahun.
"Pelaku menyatakan bahwa dirinya melakukan aksi tersebut bersama 5 orang rekannya yang kini masih dalam pengejaran. Ia juga mengaku sebagai perencana utama dalam aksi perampokan tersebut," pungkas Agus.
















