Sudah Lebih 24 Jam Kebakaran di Pabrik Sandal Medan Belum Padam

Medan, IDN Times - Pemadam Kebakaran masih berjibaku menjinakkan si jago merah yang melahap habis PT Garuda Mas Perkasa, Kecamatan Medan Deli. Hingga kini pada Rabu (28/1/2026) malam api terpantau masih menyala di salah satu gudang pabrik sandal itu.
Masyarakat sekitar hingga pengguna jalan masih ramai melihat petugas Damkar bekerja. Asap yang berwarna hitam pekat membumbung tinggi dan masih dapat dilihat.
1. Sudah 24 jam, api masih membara di Pabrik Sandal

Salah seorang warga bernama M. Arif (25 tahun) menjelaskan kondisi terkini pabrik sandal yang total memiliki pekerja sebanyak 255 orang itu. Api disebutnya masih membara meski sudah 24 jam lebih dilakukan penyiraman.
"Api masih ada. Rupanya masih membara dia. Kemarin kebakaran jam 10 malam hari Selasa, nah ini sudah lewat jam 10 malam di hari Kamis api masih ada. Lebih dari 24 jam," kata Arif, Rabu (18/1/2026) malam.
Ia merincikan bahwa yang terbakar ialah bagian kanan pabrik. Petugas Damkar juga nonstop bekerja bolak-balik secara bergantian memadamkan api.
"Asap hitam pekatnya masih tampak. Tapi apinya sudah gak menyala tinggi seperti kemarin. Warga di sini masih ramai. Bahkan arus lalu lintas sempat macet karena dipenuhi warga," lanjutnya.
2. Banyaknya material karet menjadi sebab api sulit padam

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Malau, sebelumnya mengatakan bahwa meskipun api terus membara, namun tak terdapat korban jiwa. Petugas Damkar disulitkan karena material mayoritas dipenuhi karet yang menjadi komoditas pabrik tersebut.
"Karena hampir di semua lokasi ini rata-rata karet dan bahan karet semua. Untuk korban-korban, mungkin luka ringan, itu ada. Dua orang saja (petugas Damkar) paling luka pelipis karena mungkin tersenggol, itu saja," jelas Wandro.
Meski sempat terluka, namun petugas Damkar yang dimaksud sudah kembali bekerja memadamkan api. Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
"Kita kurang tahu, karena begitu sampai armada, ini sudah dikepung semua. Sama pintu juga kemarin malam tertutup, jadi kami juga upaya mendobrak kemarin," bebernya.
3. Puluhan unit mobil damkar dikerahkan, termasuk bantuan dari Kabupaten Deli Serdang

Karena mayoritas pabrik menyimpan bahan baku karet, maka api dengan cepat merembet. Untung saja rumah warga yang berada di dekat pabrik tidak tersambar.
"Armada kita turunkan 20. Ada juga bantuan dari provinsi 2 unit, dari Deli Serdang 1 unit, dari Binjai 1 unit, Agrofood 1 unit, dari Perkebunan Deli 1 unit, dan Brimob juga ada. Kalau stok air, terima kasih dari PLN Glugur juga membantu kita, dari Sunplaza juga bantu kita, dan PDAM juga bantu kita untuk supply air," pungkas Wandro.

















