Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan UMKM Ikuti Seminar Nasional, Dorong Ekosistem Halal Sumut
Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)
  • Inspirasi Halal Indonesia menggelar seminar di Medan yang melibatkan ratusan UMKM, Dinas Koperasi, dan Dinas Kesehatan, disertai dialog serta penyerahan sertifikat halal.
  • Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai Sumatra Utara berpotensi besar mengembangkan UMKM halal melalui kolaborasi, pendampingan, dan sertifikasi untuk meningkatkan daya saing serta akses pasar.
  • Nilai rantai halal mencapai Rp6.400 triliun pada 2025; BPJPH mendorong tertib sertifikasi dan penguatan produk lokal agar Indonesia, termasuk Sumatra Utara, menjadi produsen halal global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun sebelumnya

Pariwisata halal Indonesia berada di peringkat kelima dunia.

2025

Nilai Halal Value Chain, yang mencakup pariwisata, ekspor-impor, produsen, dan sektor terkait halal, menembus Rp6.400 triliun.

26 Agustus 2026

Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional di Medan. Acara mencakup dialog pengembangan ekosistem halal dan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seminar Nasional “Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia” digelar bersama dialog pengembangan ekosistem halal dan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM.
  • Who?
    Inspirasi Halal Indonesia, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, ratusan pelaku UMKM, Dinas Koperasi Kota Medan, dan Dinas Kesehatan Kota Medan terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Le Polonia Hotel, Kota Medan, Sumatra Utara.
  • When?
    Seminar dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Why?
    Kegiatan ditujukan mendorong UMKM meningkatkan daya saing, memperoleh kepastian produk halal, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem halal di Sumatra Utara.
  • How?
    Penguatan dilakukan melalui seminar, sosialisasi, dialog interaktif, kolaborasi pemerintah dan lembaga terkait, pendampingan usaha, serta sertifikasi halal bagi UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Medan, banyak usaha kecil ikut seminar tentang produk halal. Mereka bicara cara membuat makanan dan barang yang bersih dan halal. Ada juga usaha kecil yang mendapat sertifikat halal. Pak Ahmad Haikal bilang Sumatra Utara punya banyak peluang. Sekarang mereka ingin lebih banyak usaha kecil punya sertifikat dan bisa jualan lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan lembaga halal dalam seminar ini menciptakan ruang yang konkret bagi usaha lokal untuk memperkuat kualitas produknya. Penyerahan sertifikat serta dialog pendampingan menunjukkan bahwa potensi besar Sumatra Utara dapat diarahkan pada kepastian produk, kebersihan, dan akses pasar yang lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia di Le Polonia Hotel, Medan, pada Rabu (26/8/2026) kemarin. Kegiatan ini diikuti ratusan pelaku UMKM serta melibatkan Dinas Koperasi Kota Medan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Seminar tersebut dirangkaikan dengan dialog interaktif mengenai pengembangan ekosistem halal dan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya, mendorong pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar melalui kepastian produk halal.

1. Sumatra Utara miliki potensi besar dalam pengembangan UMKM halal

Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan, menyebut Sumatra Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM halal.

“Sumatra Utara ini memiliki potensi UMKM halal yang luar biasa. Potensi ini harus terus kita dorong bersama melalui kolaborasi, pendampingan, dan sertifikasi halal agar UMKM semakin berkembang dan naik kelas,” ujar Haikal.

Ia juga mengajak pelaku UMKM di Sumatra Utara meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar lewat kepastian produk halal.

Menurutnya, saat ini makanan, minuman, obat, kosmetik, hingga barang gunaan halal menjadi tren dunia. Hal itu disebut sebagai peluang besar bagi pelaku UMKM.

“Sebab sekarang ini produsen halal dunia dipegang oleh China, Brazil, Amerika, Prancis. Itu Indonesia di mana? Nomor 8,” katanya.

2. Target jadi produsen, bukan sekadar konsumen

Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu berharap melalui seminar nasional, sosialisasi halal semakin luas. Ia ingin pelaku UMKM tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen halal.

“Sumatra Utara ini termasuk salah satu provinsi yang besar. Tujuh besar dalam produksi halal Indonesia. Maka ambil bagian juga untuk dunia, karena sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar, kok kita nomor delapan? Kan kurang pas. Harusnya nomor satu,” tuturnya.

Ia mengajak pelaku UMKM menumbuhkan semangat pengembangan UMKM halal, agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sesuai Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Sumatra Utara ini punya potensi besar. Maka dari itu harus kita dorong, lewat pendampingan juga sertifikasi halal,” ucapnya.

3. Nilai rantai halal tembus Rp6.400 Triliun

Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

Babe Haikal memaparkan Halal Value Chain yang mencakup pariwisata halal, ekspor-impor halal, produsen, dan sektor terkait halal telah menembus angka Rp6.400 triliun pada 2025.

Ia juga mencatat sektor pariwisata halal Indonesia kini berada di peringkat kedua dunia, naik dari posisi kelima tahun sebelumnya. Pencapaian itu disebut berkat penekanan pada aspek kebersihan dan kesehatan atau hygiene.

“Kebersihan dan kesehatan itu bagian dari halal. Bukan cuma no pork, no lard, no alcohol. Tapi prosesnya harus bersih, higienisnya terdata, no MSG-nya tidak berlebihan, dan seterusnya yang banyak kita kritisi dari cara-cara pembuatan yang tidak halal,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut terus dikejar guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Salah satu cara menghalau produk asing masuk ke Indonesia adalah dengan memperkuat produk dalam negeri.

Ia juga menekankan negara seperti China, Amerika, Jepang, hingga Korea lebih unggul karena tertib dalam sertifikasi halal.

“Kita mesti tertib halal juga, supaya kita bisa menang dan menjadi pilihan produk oleh konsumen masyarakat Indonesia yang sangat sensitif kalau soal halal,” ucapnya.

Penguatan ekosistem halal di Sumatra Utara diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, lembaga terkait, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Dengan semakin banyaknya UMKM yang memperoleh sertifikasi halal, produk lokal Sumatra Utara diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article