Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Puluhan Sekolah di Aceh Tengah Mulai Pembelajaran di Tenda Darurat

Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)
Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)
Intinya sih...
  • Dari tingkat TK hingga SMA sudah mulai pelajaran di tenda
  • Sejumlah sekolah masih dalam tahap pembersihan pascabencana
  • Kegiatan senam pagi dan pembelajaran menyenangkan di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh Tengah, IDN Times- Hari pertama masuk sekolah pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah berlangsung dalam keterbatasan. Semester genap tahun ajaran 2025/2026 dimulai di ruang kelas yang berganti tenda pengungsian di puluhan titik.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

“Relawan sangat dibutuhkan. Kita hadir untuk masyarakat kita. Walaupun situasi mengajar tidak memungkinkan dan jauh dari sempurna, anak-anak kita tetap harus sekolah,” ujar Haili Yoga, Senin (5/1/2026).

1. Dari tingkat TK hingga SMA sudah mulai pelajaran di tenda

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat memantau warga di pengungsian (dok.Humas Aceh Tengah)
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat memantau warga di pengungsian (dok.Humas Aceh Tengah)

Menurut Haili, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah melakukan berbagai persiapan dalam beberapa hari terakhir menyikapi dampak bencana terhadap fasilitas pendidikan. Sejumlah sekolah terpaksa menggelar kegiatan belajar di tenda-tenda darurat, sementara sebagian lainnya yang masih layak digunakan justru dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian warga.

Saat ini, Aceh Tengah memiliki total 204 SD, 58 SMP, 20 SMA, dan 6 SMK, serta satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama yang terdiri dari 56 MIN, 17 MTs, dan 12 MA. Dari jumlah tersebut, puluhan sekolah masih menjalankan pembelajaran di tenda darurat.

Sekolah yang melaksanakan belajar mengajar di tenda meliputi 43 TK, 19 SD, 5 SMP, dan 2 SMA. Untuk madrasah, terdapat 2 RA, 1 MIN, dan 1 MAS yang juga belajar di tenda, salah satunya berada di wilayah Rusip Antara. Selain itu, sejumlah sekolah masih ditempati pengungsi sehingga kegiatan belajar dialihkan ke tenda, yakni 28 TK, 19 SD, dan 5 SMP.

2. Sejumlah sekolah masih dalam tahap pembersihan pascabencana

Ilustrasi sekolah (Unsplash.com/Markus Winkler)
Ilustrasi sekolah (Unsplash.com/Markus Winkler)

Sementara itu, sekolah yang bangunannya masih layak namun sedang dalam tahap pembersihan pascabencana terdiri dari 20 TK, 15 SD, dan 2 SMP. Secara keseluruhan, dari 204 SD di Aceh Tengah, sebanyak 183 sekolah atau sekitar 85 persen telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Untuk tingkat SMP, hanya lima sekolah yang belum dapat beroperasi penuh.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh kepala desa, camat, dan kepala dinas agar anak-anak tetap sekolah. Pagi hari mereka belajar meski hanya dua hingga tiga jam secara darurat, dan sore hari tetap mengikuti pendidikan agama seperti biasa,” jelasnya.

3. Kegiatan senam pagi dan pembelajaran menyenangkan di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP.

Ilustrasi Sekolah (SD). (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi Sekolah (SD). (IDN Times/Sukma Shakti)

Selain fokus pada keberlanjutan pembelajaran, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pemulihan psikologis siswa. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah telah menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan trauma healing melalui kegiatan senam pagi dan pembelajaran menyenangkan di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP.

Untuk mendukung kebutuhan belajar, Pemkab Aceh Tengah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) telah menyalurkan 1.442 tas sekolah lengkap dengan alat tulis kepada siswa terdampak bencana, yang diserahkan langsung melalui pihak sekolah.

Bupati Haili Yoga menambahkan, kondisi sekolah darurat dan kerusakan fasilitas pendidikan telah dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pusat, disertai permohonan bantuan buku pelajaran, seragam sekolah, serta sarana pendukung lainnya.

“Walaupun tidak sempurna, sekolah darurat harus tetap layak. Ini menjadi prioritas kami, agar anak-anak tetap semangat dan tidak kehilangan masa depan,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Lumpe Darurat di Reje Payung Putus, Warga Nyaris Terseret Arus Sungai

07 Jan 2026, 21:32 WIBNews