Garoga Sudah Dilintasi, Pembangunan Jembatan Bailey Aek Nabara Dikebut

- Jembatan Aek Nabara putus akibat longsor dan banjir bandang
- Jembatan Bailey Aek Nabara menghubungkan 2 kecamatan di Tapsel
- Petugas juga kebut pembangunan jembatan tipe Aramco di Tapteng
Tapanuli Selatan, IDN Times - Beberapa waktu yang lalu, petugas gabungan menuntaskan pembangunan jembatan Bailey di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Warga juga sudah bisa melintasi jembatan yang menghubungkan dengan Tapanuli Tengah (Tapteng) itu.
Usai menuntaskan jembatan Bailey Aek Garoga, kini petugas gabungan mulai membangun tipe jembatan yang sama di Aek Nabara. Kedua jembatan ini sama pentingnya sebab menghubungkan antar pemukiman warga.
1. Jembatan Aek Nabara putus usai diterjang longsor dan banjir bandang, hanya tersisa pangkal jembatan

Kapendam I/Buki Barisan, Kolonel Inf Asrul Harahap membenarkan bahwa petugas gabungan mulai membangun jembatan Bailey di Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan akses transportasi warga pascabanjir bandang.
"Banjir bandang sebelumnya mengakibatkan kerusakan pada Jembatan Aek Nabara, terutama pada lapisan aspal dan akses jalan masuk yang tergerus hingga sekitar 24 meter," ungkap Asrul, Rabu (7/1/2026).
Jembatan tersebut rusak akibat dilalui longsoran dan banjir bandang. Meskipun begitu, sungai di Aek Nabara ini debitnya sudah berangsur pulih.
"Meski begitu, pangkal dan badan jembatan beton masih dalam kondisi aman. Jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat dan sementara hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup," lanjutnya.
2. Jembatan Bailey Aek Nabara menghubungkan 2 kecamatan di Tapsel

Jembatan Bailey yang dipasang menggunakan konfigurasi 8 petak (tipe 1-1) dengan panjang bentangan 24 meter dan lebar 3,75 meter. Jembatan ini nantinya memiliki kapasitas beban hingga 10 ton.
"Jembatan ini akan berfungsi sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, dengan Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok," beber Asrul.
Seiring dimulainya pekerjaan, petugas di lapangan juga menyiapkan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Di sana mereka menata area pemasangan serta melakukan perambuan jembatan.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pemasangan jembatan Bailey berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal," jelasnya.
3. Di Tapteng, petugas juga kebut pembangunan jembatan tipe Aramco

Pada hari yang sama, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/BB juga memulai pembangunan Jembatan tipe Aramco di Lingkungan IV Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Jembatan ini merupakan akses penghubung antara Kelurahan Huta Nabolon dengan Kelurahan Sigiring-giring yang memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat.
"Pembangunan Jembatan Aramco nantinya memiliki bentangan sepanjang 8 meter. Jembatan menggunakan Aramco berdiameter 1,5 meter dengan konstruksi 16 plat dan dirancang untuk mendukung akses jalan penghubung antarwilayah," jelas Kapendam I/BB.
Pembangunan jembatan ini disebut masih berada pada tahap penyiapan dengan progres pengerjaan mencapai 10 persen. Kegiatan didukung alat berat berupa 1 unit eskavator serta terintegrasi dengan rencana peningkatan akses jalan selebar 4 meter berlapis hotmix.
"Pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas, sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.


















