Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sidak ke RS, Wakil Wali Kota Binjai Temukan Parkir hingga Dokter Bermasalah

IMG-20260108-WA0002.jpg
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi saat melakukan sidak ke rumah sakit umum dr Djoelham (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Binjai, IDN Times - Beberapa permasalahan masih menyelimuti rumah sakit umum dr Djoelham Binjai. Seperti fasilitas, pelayanan hingga pungutan tarif parkir yang belakangan menjadi sorotan publik.

Melihat kondisi ini, Wakil Wali Kota (Wawako) Binjai, Hasanul Jihadi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSU Djoelham Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (8/1/2026).

"Kami mau rumah sakit ini meningkatkan pelayanan, bukan semata untuk mencari pendapatan. Karena belakangan ini, mencuat persoalan parkir yang sampai saat ini saya sendiri dan pak wali tidak tahu menahu soal itu," kata pria yang akrab disapa Jiji.

1. Hajam, ditemukan oknum dokter di rumah sakit tidak masuk selama setahun

IMG-20260108-WA0001.jpg
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi saat melakukan sidak ke rumah sakit umum dr Djoelham (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Dalam sidak itu, Hasanul Jihadi, didampingi Direktur RSU Djoelham dr Romy Ananda Lukman, Kepala Dinas Perhubungan Harimin, dan Kepala Inspektorat Heny Sitepu. Di RSU Djoelham Binjai, Jiji melihat beberapa tempat fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari IGD hingga ruang rawat inap yang berada di lantai dua. Untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan, Jiji juga berkomunikasi langsung kepada sejumlah pasien.

Dari komunikasi itu, sejumlah pasien mengakui sudah mendapat pelayanan dan sarana atau fasilitas yang baik. Meski begitu, Jiji yaang selesai melakukan sidak menyampaikan kepada beberapa media, bahwa pelayanan RSU Djoelham harus tetap ditingkatkan.

Jiji mengungkapkan, dirinya mendapat informasi terkait oknum dokter yang terdaftar di RSU Djoelham tetapi tidak pernah masuk selama satu tahun. Sementara, oknum dokter dimaksud masih menerima gaji.

"Persoalan ini harus ditindaklanjuti ya dok," jelas Jiji sembari memberikan instruksi kepada Dirut RSU Djoelham.

2. Peraturan dan regulasi tak jelas, kutipan restribusi parkir rumah sakit dihentikan

IMG-20250805-WA0004.jpg
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi saat melakukan sidak ke sekolah(IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Sejak Pemko Binjai menjalankan program UHC, Jiji mengklaim, jika jumlah pasien juga mulai meningkat. Artinya, kepercayaan masyarakat mulai baik dengan RSU Djoelham. "Pasien di RSU Djoelham saat ini bukan hanya masyarakat Binjai, tetapi sudah ada dari luar kota di Sumatera Utara. Karena itu saya ingin memastikan dan menegaskan, agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan," sebut Jiji.

Terkait persoalan parkir di RSU Djoelham, sambung Jiji, untuk sementara akan ditutup sembari menunggu regulasi atau peraturan yang lebih jelas.

"Seperti saya sampaikan tadi, saya dan pak wali tidak tahu soal ini. Karena itu kami minta kepada Inspektorat agar menindak lanjuti. Mulai hari ini harus ditutup dan segera bahas aturannya," papar Jiji sembari menegaskan, hasil sidak ini akan disampaikan kepada wali kota.

3. Tidak memiliki aturan perwali, parkir terkesan dipaksakan dan terlalu prematur

IMG-20260108-WA0002.jpg
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi saat melakukan sidak ke rumah sakit umum dr Djoelham (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Direktur RSU Djoelham Binjai, dr Romy,  mengakui bahwa parkir RS pengelolaannya diserahkan pada pihak ketiga. "Untuk dasar hukumnya kita sudah ada peraturan daerah," kata Romy.

Namun, Romy mengaku pengelolaan parkir belum dibahas lebih lanjut ke tahap pembuatan peraturan wali kota (Perwali). "Ya, secara teknis dan rinci belum ada Perwali-nya. Makanya ini akan kita bahas lebih lanjut," sebut Romy.

Di samping tidak memiliki Perwali, parkir yang dikelola RSU Djoelham Binjai juga diakui belum memiliki kontrak dengan pihak rekanan. Sehingga parkir terkesan dipaksakan dan terlalu prematur.

"Untuk kontrak juga belum ada. Inikan kita masih uji coba. Makanya kita bahas lagi nanti. Sembari pembahasan ini kita tutup dulu. Artinya, proses parkirnya lanjut, tapi sudah tidak berbayar," ungkapnya.

Hanya saja, proses parkir yang berjalan tanpa berbayar sebagaimana disampaikan Romy tidak sesuai realita. Faktanya, petugas masih tetap memungut tarif kepada para keluarga pasien. Dengan kondisi ini Romy berdalih, jika pihaknya akan menempatkan sekuriti. "Kita pastikan tidak berbayar dengan pengawasan sekuriti," tegas Romy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Tips Sederhana Menjaga Gas dan Rem Motor Agar Tetap Responsif

09 Jan 2026, 06:00 WIBNews