Kondisi Terkini Bocah 4 Tahun Korban Peluru Nyasar Pelaku Tawuran

- Kondisi bocah 4 tahun korban peluru nyasar dari pelaku tawuran mulai stabil setelah dirujuk ke RS Universitas Sumatera Utara.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan ada serpihan tulang yang terkena mata, sementara keluarga sempat kesulitan mencari biaya rumah sakit.
- Anak tersebut terkena peluru nyasar saat naik becak motor bersama ibunya, ketika dua kelompok remaja bentrok di jalan.
Medan, IDN Times - Kondisi bocah berumur 4 tahun korban peluru nyasar dari pelaku tawuran mulai stabil. Kini bocah bernama Asmi Anggraini itu sudah dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU). Sebab di sana tersedia dokter spesialis mata.
Meskipun kondisinya berangsur stabil, peluru senapan angin masih bersarang di tempurung mata balita itu. Pihak keluarga sampai saat ini menunggu anak bungsunya dioperasi agar peluru tersebut berhasil dikeluarkan.
1. Hasil pemeriksaan: ada serpihan tulang tempurung yang pecah dan terkena mata bocah 4 tahun akibat peluru nyasar

Ibu Asmi bernama Romanda Siregar kepada IDN Times membenarkan bahwa mereka sudah beranjak dari RS Pirngadi Medan. Kini sang anak dirawat intensif di Kamar IGD RS USU.
"Belum dioperasi. Gak tahu, katanya kalau gak hari ini ya besok karena banyak kali kendalanya. Matanya itu kan, jadi banyak dokter yang ikut partisipasi gitu," kata Romanda, Rabu (7/1/2026).
Sang ibu mengatakan bahwa kondisi anak bungsunya sudah stabil. Hasil pemeriksaan terbaru, ada serpihan tulang yang terkena mata.
"Ini saja barusan dokter bedah saraf kemari memeriksa. Karena ada serpihan tulang yang pecah mengenai mata," lanjutnya.
2. Sempat kebingungan cari biaya Rumah Sakit, Romanda sebut Walikota Medan yang berjanji menanggungnya

Karena posisi peluru bersarang di bagian belakang rongga mata, Romanda mengatakan cukup sulit untuk mengambilnya. Meskipun begitu ia tetap berharap peluru senapan angin itu bisa dikeluarkan secepatnya.
"Mulanya kami ke sini pun (RS USU) atas inisiatif sendiri, masuk IGD. Nah, jadi datang bapaknya kan (suami) dan Polres Labuhan Belawan buat laporan. Nah, jadi pas ketepatan Polres datang, mereka jaminkan pendaftaran pasien," jelas Romanda.
Selain pihak kepolisian, Walikota Medan Rico Waas juga sudah menjenguk Asmi Angraini. Bahkan Rico menjamin biaya perobatan ditanggung kepadanya.
"Jadi Pak wali kota bilang 'sudah tak usah dipikirin, Bu. Yang penting pikirkan kesehatan si adik. Masalah biaya, apapun itu gak usah dipikirkan'," ungkapnya.
3. Korban terkena peluru nyasar pelaku tawuran saat sedang naik becak motor bersama ibunya

Sebelumnya Romanda mengatakan bahwa anaknya terkena peluru nyasar saat mereka naik becak motor melintasi Jalan Yos Sudarso, Belawan. Mereka kaget karena tiba-tiba dua kelompok remaja bentrok pakai sajam, senapan angin, hingga perisai.
"Saat itu kami menyewa becak motor hendak menjemput suami saya, karena suami saya ada acara tahun baruan di rumah temannya. Saat becak kami mau lewat, seketika itu ada orang tawuran antara kampung. Mereka balas-balasan menyerang. Nggak tahu tiba-tiba dari mana peluru datang. Anak saya langsung teriak, 'Mak!' katanya. Ternyata sudah darah semua kepala anak saya," ungkap Romanda saat ditemui IDN Times, Selasa (6/1/2026) lalu.
Mulanya Romanda tidak tahu apa yang menyebabkan kepala anaknya berdarah. Ia langsung mendekap bocah 4 tahun itu erat-erat mencoba menenangkan dan membawanya ke klinik terdekat.
"Saya panik, karena kan waktu itu akses Rumah Sakit PHC juga diblokir, ditutup, sama pelaku tawuran ini. Jadi, segera kami bawa ke Klinik belakang PHC untuk dapat pertolongan pertama. Tapi dokternya bilang kalau dia nggak berani. Karena lukanya dekat mata. Takutnya kena mata, jadi salah. Lukanya pas di pelopak matanya, bahkan hampir kena otak," pungkasnya.


















