Aceh Masih Waspada Banjir dan Longsor Susulan

- Daerah perbukitan di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues rawan longsor
- Longsor susulan terjadi pada awal tahun 2026, merusak jalan nasional dan alternatif
- Pembangunan akses penghubung antar desa terus dilakukan, termasuk pembukaan akses penghubung yang terputus
Medan, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengingatkan agar masyarakat di kawasan Aceh mewaspadai banjir dan longsor susulan. Kondisi ini menyusul prakiraan cuaca yang masih begitu dinamis.
Sejumlah daerah di Aceh juga masih diguyur hujan. Kondisi ini juga menjadi tantangan sendiri dalam upaya pemulihan. Khususnya akses antar kabupaten/kota yang sebelumnya terdampak bencana.
1. Di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues rawan longsor

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari mengingatkan soal potensi longsor yang terjadi di daerah perbukitan. Khususnya daerah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Longsor masih berpotensi terjadi di jalan penghubung tiga kabupaten tersebut.
Sementara itu, di daerah pesisir, BNPB mengingatkan soal potensi luapan air. Daerah yang turut diwaspadai antara lain; Bireun, Aceh Timur, Aceh Utara.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk titik titik yang menjadi sumber luapan, dimitigasi dengan normalisasi sungai. Sementara, untuk titik longsoran, masih akan kerja keras, bagaimana upaya meminimalisir potensi longsoran,” katanya.
2. Awal tahun terjadi lagi longsor susulan

Pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026, longsor susulan terjadi di sejumlah titik. Turut merusak jalan nasional hingga jalan alternatif.
“Kami menerima kabar dari Gayo Lues, bahwa terjadi lagi longsoran di akses Blangkejehren ke Aceh Tengah. Sebelumnya pada 30 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 ini sudah terhubung. Namun pada 3 dan 4 Januari 2026, terjadi lagi hujan dan mengakibatkan longsoran. Sehingga ini masih proses pembersihan. Meski ini sudah bisa dilalui, dengan jalan alternatif. Dilakukan penanganan ditarget rampung pada 11 Januari 2026,” pungkasnya.
3. Pembukaan akses penghubung antar desa

Sejauh ini, pembangunan akses penghubung yang terputus terus dilakukan. Termasuk pembukaan akses penghubung antar desa.
Untuk jembatan penghubung, saat ini ada beberapa lagi yang masih dalam tahap pembangunan. Di Aceh, ada lima jembatan lagi yang belum terpasang. Ditambah empat lainnya di daerah Sumbar.



















