Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Fasilitas yang Didapatkan Warga di Huntara Aceh Tamiang

Warga Aceh Tamiang mulai menempati hunian sementara Danantara, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Warga Aceh Tamiang mulai menempati hunian sementara Danantara, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Intinya sih...
  • Warga di Huntara Aceh Tamiang mendapatkan hunian sementara dari Danantara, dengan fasilitas 2 tempat tidur, lemari kain, air bersih, dan wifi.
  • Beberapa warga seperti Juni Syahputra dan Bambang merasa bersyukur karena bisa pindah dari tenda pengungsian ke huntara setelah rumah mereka hancur akibat banjir bandang.
  • Meskipun belum semua rumah dapat ditempati, sejumlah pekerja masih merampungkan finishing dan alat-alat berat masih beroperasi untuk menyelesaikan pembangunan huntara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh Tamiang, IDN Times- Warga Kabupaten Aceh Tamiang mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara, Kamis (8/1/2026). Usai serahterima dari Danantara ke Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang siang tadi, warga sudah mulai pindah dari tenda pengungsian.

Pantuan IDN Times, setiap unit rumah terdiri dari 2 tempat tidur dan satu lemari kain. Selain itu tersedia fasilitas air bersih, hingga wifi. Di setiap pintu terdapat logo Danantara hingga nama kepala keluarga.

Selain itu di setiap depan rumah terdapat kursi panjang untuk duduk dan berbagai tanaman menjadi penghias untuk ruang terbuka hijau.

Salah seorang warga Kampung Suka Jadi, Juni Syahputra mengaku bersyukur bisa menempati hunian sementara ini,.

"Kalau di tenda gak sanggup, panas, anak-anak banyak yang sakit. Dingin banyak nyamuk. Setelah dapat ini Alhamdulillah kali lah," ujar Juni, warga yang menempati tenda pengungsian selama sebulan terakhir.

Junia akan menempati ini bersama 6 anggota keluarganya. Juni sedikit mengenang kondisi rumahnya yang hanyut terseret banjir bandang 26 November 2025 lalu.

"Apa yang bisa didapati lagi diambilah. Kondisi rumah habis. Kondisi rumah dekat sungai lewat jembatan sedikit. Sekitar 200 meter," ucapnya.

Sementara Bambang (35), salah seorang warga dari Kampung Sukajadi mengatakan sudah menempati tenda sejak 27 November 2025 lalu karena rumahnya hancur.

"Rumah saya dihantam balok besar. Bisa dibilang desa yang hilang desa kami Sukajadi,"kata Bambang mengenang peristiwa 26 November 2025 lalu.

Ia mengatakan sempat "Waktu di jembatan sempat kelaparan. Kemudian banyak bantuan Alhamdulillah untuk di bawah untuk makan sudah cukup. Tempat tinggal saja lah yang kurang. Tinggal di tenda mengembun. Air juga sulit," ujarnya.

Hal itu menyebabkan Bambang dan keluarganya rentan diserang penyakit. "Di sana kami semua sakit. Awalnya di jemabtan kalau panas abu. Kami di bahu jalan tendanya. Harapan kami semoga di sini jadi berkah untuk kami dan semua warga terdampak. Gak di tenda lagi. Gak kena abu lagi," ucapnya.

Pantauan IDN Times, belum semua rumah bisa ditempati warga. Beberapa masih dalam tahap tahap finishing. Sejumlah pekerja masih merampungkannya. Alat-alat berat juga masih beroperasi.

Sebagai informasi, saat ini Danantara sudah melakukan serah terima huntara kepada Pemkab Aceh Tamiang yang selanjutnya berwenang mendata warga yang berhak menempatinya berdasarkan kerusakan rumahnya.

"Dari kami Danantara diserah terimakan sebanyak 600 unit. Dan ini kita selesaikan dalam waktu 14 hari, lebih 1 hari jadi 15 hari. Ukurannya masing-masing 20 meter persegi. Dengan spesifikasi yang sudah ada isi, berupa 2 set tempat tidur, lemari, dan sarana komunalnya berupa MCK, mushola, dan dapur umum. Masing-masing rasionya sekitar 1 toilet atau kamar mandi untuk 5 unit," kata Managing Director Danantara Rohan Hafas usai serah terima ke Pemkab Aceh Tamiang.

Rohan mengatakan, selama menempati Huntara ini, warga akan gratis 6 bulan listrik dan gas. Selain itu juga disediakan wifi, tempat bermain anak-anak, hingga pusat kesehatan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Pemulihan Bencana di Aceh, Praja IPDN hingga Taruna Diterjunkan

10 Jan 2026, 21:06 WIBNews