Pemulihan Bencana di Aceh, Praja IPDN hingga Taruna Diterjunkan

- Pemerintah masih prioritaskan fase tanggap darurat
- Pemerintah terus berupaya menjangkau wilayah tengah Aceh
- Pemerintah akan kerahkan ribuan personel tambahan untuk penanganan bencana
Aceh Tamiang, IDN Times - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengatakan pemerintah akan memfokuskan upaya pembangunan kembali wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah terdampak bencana di Aceh, termasuk Aceh Tengah.
“Tentu ini dilakukan secara merata di seluruh daerah bencana, dan dengan skala-skala kedaruratan yang berbeda,” kata Bima Arya.
1. Pemerintah masih prioritaskan fase tanggap darurat

Dia menyampaikan, saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian fase tanggap darurat di daerah terdampak. Tahap tersebut, kata Bima Arya, mencakup berbagai kebutuhan mendesak seperti evakuasi warga, penyediaan hunian sementara, penampungan pengungsi, hingga pembersihan material sisa bencana.
“Yang sifatnya kedaruratan terkait evakuasi, hunian sementara, penampungan, termasuk pembersihan, tentu memerlukan banyak sekali sumber daya,” ujarnya.
Setelah fase tanggap darurat selesai, pemerintah akan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Bima Arya menyebutkan, Presiden Republik Indonesia telah menunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana.
“Presiden sudah menunjuk Pak Mendagri yang akan menjadi Ketua Satgas Rehabilitasi dan Konstruksi, yang akan fokus pada upaya-upaya pembangunan kembali,” katanya.
2. Pemerintah terus berupaya menjangkau wilayah tengah Aceh

Terkait wilayah tengah Tanah Rencong seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang sempat terisolasi akibat bencana, Bima Arya memastikan pemerintah terus melakukan upaya penjangkauan.
Menurut Wamendagri, bantuan logistik telah dikirimkan dan berbagai unsur dikerahkan ke lapangan. “Pemerintah sudah menerjunkan bantuan logistik, kemudian TNI, Polri, relawan, dan semua kementerian dibuka untuk membantu,” ujarnya.
Di wilayah ini, sebanyak 26 kampung masih terisolir hingga Sabtu (10/1/2026). Masih banyak warga menyeberang sungai dengan sling untuk mobilitas.
3. Pemerintah akan kerahkan ribuan personel tambahan untuk penanganan bencana

Bima Arya mengatakan, pemerintah juga mengerahkan ribuan personel tambahan untuk membantu penanganan bencana. Salah satunya dengan mengirimkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang setelah menerima laporan kondisi daerah tersebut sempat lumpuh.
Selain itu, pemerintah juga akan menurunkan sekitar 500 taruna dari Politeknik Kelautan ke wilayah Pidie Jaya dan Aceh Utara. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penanganan di daerah-daerah yang masih membutuhkan bantuan.
“Terus kita identifikasi, dan kita akan koordinasi untuk mengisi daerah-daerah yang memang belum tersentuh secara maksimal,” kata Bima Arya.
Pemerintah berharap koordinasi lintas kementerian, aparat keamanan, serta relawan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh secara menyeluruh.


















