Respons Cepat, Penanganan Bencana Humbahas Dinilai Efektif

Humbahas, IDN Times- Penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada November 2025 menjadi sorotan berbagai pihak. Pemerintah daerah dinilai mampu merespons situasi darurat secara cepat, terukur, dan terkoordinasi, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan.
Bupati Oloan menegaskan, penanganan bencana merupakan kewajiban negara dan pemerintah daerah untuk hadir melindungi masyarakat, bukan sekadar pencapaian administratif.
“Kurang lebih empat hari pengerjaan, akses jalan terdampak longsor dan banjir bandang dari Doloksanggul, Onan Ganjang hingga Pakkat sudah bisa dilalui. Selanjutnya tersambung ke arah Tapanuli Tengah. Ini kami lakukan sesuai arahan Presiden, dan penanganannya termasuk yang tercepat,” kata Oloan.
1. Pemulihan akses Jalan Pakkat lintas Humbahas–Barus disebut menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi bantuan menuju Tapteng dan Sibolga

Ia juga meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait isu penolakan bantuan dari luar daerah. Menurutnya, pemerintah daerah tetap terbuka terhadap bantuan selama sesuai mekanisme.
“Hoaks kalau disebut kami menolak bantuan. Kami menerima bantuan dari Kementerian Koperasi, ada 500 paket yang disalurkan. Posko masih terbuka, SK masa transisi pemulihan juga sudah diterbitkan sesuai arahan Gubernur dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Pemulihan akses Jalan Pakkat lintas Humbahas–Barus disebut menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi bantuan menuju wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga. Jalur tersebut sebelumnya sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang.
2. Fokus utama pemerintah daerah pada pemulihan akses vital

Ketua DPC Partai Gerindra Humbahas Hendri Tumbur Simamora, menilai langkah-langkah konkret yang diambil Bupati Humbahas bersama jajaran perangkat daerah menunjukkan kepemimpinan yang sigap dalam menghadapi kondisi krisis. Penilaian tersebut disampaikan saat silaturahmi awal Tahun Baru 2026 di Kantor Bupati Humbahas, Kamis (8/1/2026). Silaturahmi tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC Gerindra Humbahas Darwin Marbun, anggota DPRD Humbahas Bosfer T. Rikardo Nababan, serta sejumlah kader Partai Gerindra.
Menurut Hendri, fokus utama pemerintah daerah pada pemulihan akses vital, terutama jalan penghubung antarwilayah, menjadi kunci kelancaran distribusi bantuan dan pemulihan ekonomi warga pascabencana.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan dan koordinasi adalah segalanya. Kami melihat pemerintah daerah bergerak cepat, OPD turun langsung, dan akses jalan yang sempat terputus bisa segera dilintasi kembali,” ujar Hendri.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja lapangan tersebut, DPC Partai Gerindra Humbahas menyerahkan plakat penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Plakat diterima langsung oleh Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan, didampingi jajaran pemerintah daerah.
3. Pemulihan akses ke kecamatan dan desa diprioritaskan, sehingga roda kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan

Hendri menambahkan, pengalaman penanganan bencana ini menjadi bukti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan daerah ke depan.
“Kami melihat seluruh OPD bergerak serentak. Pemulihan akses ke kecamatan dan desa diprioritaskan, sehingga roda kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan. Ini contoh penanganan darurat yang terencana dan terukur,” pungkasnya.
Diketahui Humbahas menjadi salah satu daerah yang dihantam banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025. Sebanyak 10 orang meninggal dan 1 orang hilang. Sementara 855 orang mengungsi. Beberapa fasilitas yang terdampak seperti 35 jembatan, 8 fasilitas pendidika, 1 fasilitas Kesehatan 3 rumah ibadah dan 318 ruas jalan.


















