Pakkat Khas Mandailing, Kuliner Pahit yang Laris Manis saat Ramadan

- Pakkat, kuliner khas Mandailing dari pucuk rotan, jadi buruan warga Medan saat Ramadan meski rasanya pahit dan dikenal bisa menambah selera makan.
- Penjual Pakkat bernama Endang Wahyuni mampu menjual hingga 400 ikat per hari dengan harga Rp4 ribu per batang di kawasan Panglima Denai, Medan.
- Selain Pakkat, Endang juga menjajakan lemang dan ikan bakar selama Ramadan, menghasilkan omzet hingga Rp5 juta per hari dari penjualan berbagai menu tersebut.
Medan, IDN Times - Pucuk rotan atau yang sering disebut dengan Pakkat merupakan salah satu kuliner khas Mandailing. Di Kota Medan, kuliner ini banyak dinanti dan hadir di saat Ramadan.
Salah satu penjual Pakkat, Endang Wahyuni menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan pucuk rotan dari Kota Pinang dan Kuala Tanjung.
1. Sehari bisa terjual 400 ikat

Dalam sehari bisa menghabiskan 4 ikat, dalan satu ikat terdiri dari 100 batang pucuk rotan. Artinya, dalam sehari bisa terjual 400 ikat.
Jika ingin menambah rasa, Pakkat ini dapat ditambahkan dengan cocolan atau bumbu yang dapat dibuat sendiri ataupun dibeli disini.
"Banyak peminatnya, kalau orang kita Mandailing sudah tahu dia kita berjualan gini pasti berdatangan. Apalagi yang sudah berlangganan tahun ke tahun sama kami. Rasanya seperti memakan daun pepaya pembuka selera makan ada rasa pahitnya," ungkapnya yang menjual Pakkat di jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kota Medan.
2. Selain Pakkat Endang juga menjual ikan bakar dan lemang

Untuk harga, Endang menjual Pakkat Rp4 ribu perbatangnya, dan 5 batang Rp20 ribu. Dahulu, Endang menjual Pakkat di depan Univa dan saat ini sudah diganti oleh adiknya.
Terhitung sudah 20 tahunan ia menjual Pakkat setiap tahun spesial Ramadan, dan meraup cuan hingga Rp5 juta perhari termasuk menjual lemang dan ikan bakar.
3. Rasa Pakkat pahit bisa membuka selera makan saat puasa

Dia menjelaskan bahwa, Pakkat ini memiliki alasan kenapa di saat ramadan yang banyak diminati.
"Saat puasa kan makan berkurang, nah makan Pakkat selera makannya bertambah. Meskipun tidak ada rasa manis dari Pakkat ini bahkan pahit tapi habis makan itu tinggal di lidah ada rasa manis-manisnya," tutupnya.


















