Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Duka di Kediaman Korban Pengeroyokan Pekerja Kebun di Deli Serdang

Duka di Kediaman Korban Pengeroyokan Pekerja Kebun di Deli Serdang
Sudarmanto selaku Kadus 14 Desa Bulu Cina Hamparan Perak sekaligus abang ipar korban (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Deli Serdang, IDN Times - Tengah malam di bulan ramadan menjelang sahur, Sudarmanto (46 tahun) selaku Kepala Dusun 14 Desa Bulu Cina, Hamparan Perak, mendapat kabar bahwa adik iparnya meninggal dunia. Kabar tersebut ia dapatkan dari pekerja perkebunan di desa mereka.

Dalam kondisi setengah percaya, Sudarmanto datang ke klinik yang berada dekat desa Bulu Cina. Ternyata benar, sang adik sudah meninggal dunia dengan badan penuh luka lebam.

Diduga adik iparnya yang bernama Indra Utama itu meninggal dunia akibat dianiaya para pekerja perkebunan. Indra ketahuan telah mencuri 4 tandan sawit milik PTPN.

1. Keluarga dapat kabar korban sudah meninggal dalam kondisi kaku di klinik

IMG_20260304_171309.jpg
Rumah duka Indra Utama (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Selasa (3/3/2026) dini hari, Sudarmanto tergesa-gesa menjemput jenazah adik iparnya di salah satu klinik. Ia kaget, ternyata tubuh Indra sudah terbujur kaku.

"Saya disuruh mengambil jenazah adik saya di klinik Asia Medika. Jadi, setelah kita menghubungi ambulans untuk ambil jenazahnya, sekitar pukul pukul 02.00 WIB, kami datang. Di sana kami bertemu pihak perkebunan, di situ juga ada komandan security-nya. Kami lihat, korban ternyata sudah meninggal dunia. Badannya sudah kaku," kata Sudarmanto kepada IDN Times saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/3/2026).

Ia membeberkan bahwa yang mengantar jenazah Indra ke klinik adalah para pekerja di PTPN, khususnya bagian keamanan. Merasa ada yang janggal, keluarga memutuskan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Kita bawa ke rumah sakit Zulham hendak melakukan autopsi. Karena keluarga merasa ada kejanggalan. Setelah kita melihat ada beberapa lubang-lubang terbuka di bagian dada dan luka lebam-lebam," lanjut Sudarmanto.

2. Terdapat sejumlah luka di tubuh korban disertai lebam-lebam, keluarga mantap melaporkan ke polisi

IMG_20250905_204545 (1).jpg
RS Bhayangkara Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Menggunakan ambulans, Sudarmanto dan keluarga mengantar jenazah Indra ke Polsek Hamparan Perak. Kedatangan mereka di sana sekaligus hendak membuat laporan polisi.

"Setelah itu sekitar pukul 07.30 WIB kita bawa ke RS Bhayangkara untuk melakukan autopsi. Di situ juga dihadiri pihak reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Setelah selesai, jenazah langsung kita bawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan," beber Sudarmanto.

Kini pihak keluarga tengah menunggu hasil autopsi keluar. Meskipun begitu, Sudarmanto menceritakan bahwa ada bekas-bekas luka yang kentara di bagian kepala dan sekujur tubuhnya.

"Kalau kita lihat dari sebelum diautopsi, memang sih banyak lebam-lebam. Di bagian atas pelipis, terus di bagian dada. Dan juga waktu di Polsek, saat pihak kepolisian ingin menggeser jenazah, begitu dimiringkan, keluar darah hitam dari mulut. Juga di bagian kaki, kulitnya itu terkupas-kupas," sebutnya.

3. Korban diduga dianiaya 6 orang penjaga perkebunan usai mencuri sawit

Sudarmanto selaku Kadus 14 Desa Bulu Cina Hamparan Perak sekaligus abang ipar korban (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sudarmanto selaku Kadus 14 Desa Bulu Cina Hamparan Perak sekaligus abang ipar korban (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kepala Dusun 14 Desa Bulu Cina itu menjelaskan bahwa diduga pelaku penganiayaan berjumlah 6 orang. Mereka disebut-sebut merupakan pihak keamanan perkebunan.

"Katanya adik kami mencuri sawit. Itu pun kita tidak tahu, sekarang pihak keluarga pun belum tahu berapa yang dia curi begitu. Kalau keterangan saksi, katanya ada 4 tundun sawit. Adik kami dianiaya sekitar 6 orang. Siapanya pun kurang tahu ya, yang jelas itu pihak keamanan dari perkebunan," ungkap Sudarmanto.

Ia menerangkan bahwa penganiayaan alih-alih terjadi di luar perkebunan, tepatnya di dekat tempat agen untuk melakukan penimbangan sawit. Para pelaku diduga sudah menunggu di sana.

"Kami minta keadilan terhadap kasus ini. Supaya pelaku segera ditangkap. Keluarga sih mengakui korban itu bersalah karena sudah mencuri sawit. Tapi yang disayangkan itu, kenapa tidak diserahkan kepada pihak berwajib? Kita kan tidak boleh untuk main hakim sendiri," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

LBH Medan Desak RI Keluar dari BoP, Bertentangan dengan Konstitusi

04 Mar 2026, 18:00 WIBNews