Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Plastik Mahal, Ekonom Menilai Sumut Masih Peluang Cetak Deflasi

Harga Plastik Mahal, Ekonom Menilai Sumut Masih Peluang Cetak Deflasi
ilustrasi deflasi (freepik.com/starline)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kenaikan harga plastik hanya berdampak kecil pada kebutuhan rumah tangga seperti shampo, sabun cair, dan pewangi pakaian, sementara beberapa produk sejenis masih bertahan harganya.
  • Sejumlah bahan pangan seperti telur ayam dan bawang merah naik, namun cabai merah dan daging ayam turun; Sumut diperkirakan alami inflasi 0,12% atau berpotensi deflasi 0,07%.
  • Produsen dan pedagang menahan beban kenaikan harga plastik, namun ekonom mengingatkan perlunya mitigasi risiko inflasi bulan depan akibat lonjakan harga bahan baku dan faktor global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Kenaikan harga plastik belakangan ini hanya berdampak minor terhadap kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai sejauh ini sejumlah harga kebutuhan rumah tangga yang alami kenaikan seiring dengan kenaikan harga plastik diantaranya adalah shampo, sabun cair, pewangi pakaian, hingga sabun mandi cair.

"Namun, tidak semua jenis atau merek shampo alami kenaikan serentak. Beberapa kebutuhan yang sejenis masih bertahan harganya," jelasnya, pada Senin (27/4/2026).

1. Diprediksi beberapa bahan komoditas pangan akan mengalami kenaikan secara bulanan

Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)
Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)

Sementara itu, untuk komoditas bahan pangan seperti telur ayam, bawang merah hingga minyak goreng curah juga alami kenaikan secara bulanan. Namun, untuk jenis komoditas lainnya seperti cabai merah justru alami penurunan sekitar 21 persen, bawang putih sekitar 2 persen, cabai rawit sekitar 26 persen dan daging ayam sekitar 6.6 persen.

Kenaikan harga plastik yang terjadi secara serentak, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga barang yang seragam, memunculkan deviasi harga yang sangat lebar.

"Saya memperkirakan Sumut akan mencetak laju tekanan inflasi secara bulanan sekitar 0.12%. Meski demikian seiring dengan variasi harga yang tidak beragam belakangan ini, saya menilai potensi Sumut menetal deflasi juga tetap ada, kisarannya sekitar 0.07%," sebutnya.

2. Sumut dinilai lebih cenderung untuk mencetak deflasi

Ilustrasi tips jitu hadapi deflasi ala millenial (Dok. Istimewa)
Ilustrasi tips jitu hadapi deflasi ala millenial (Dok. Istimewa)

Dia mengatakan jika berandai-andai harga plastik dinilai belum sepenuhnya membuat harga kebutuhan masyarakat alami kenaikan, maka Sumut lebih cenderung untuk mencetak deflasi.

"Dan sebaliknya jika pencacahan harga di lapangan banyak memasukkan harga sejumlah kebutuhan harian yang dipengaruhi harga plastik, maka peluang Sumut untuk mencetak inflasi terbuka," tutur Gunawan.

"Saya menggaris bawahi bahwa sebaiknya pemerintah ataupun TPID tidak berpuas diri dengan capaian deflasi yang mungkin akan terealisasi di bulan ini. Karena sejatinya saya melihat potensi kenaikan harga sejauh ini masih ditahan oleh produsen maupun pedagang," sambungnya.

3. Banyak pedagang dan produsen yang menahan beban pengeluaran dari kenaikan harga plastik tersebut

Ilustrasi solusi tabungan aman dari deflasi (Dok. Istimewa)
Ilustrasi solusi tabungan aman dari deflasi (Dok. Istimewa)

Menurutnya, banyak pedagang dan produsen yang menahan beban pengeluaran dari kenaikan harga plastik tersebut. Sehingga, baginya sudah saatnya semua stakeholder memitigasi segala bentuk kemungkinan kenaikan inflasi di bulan depan atau di bulan Juni mendatang.

"Karena ada kemungkinan lompatan harga yang terjadi pada semua jenis bahan baku belakangan ini. Lupakan sejenak prestasi gemilang yang pernah dilakukan dalam pengendalian inflasi pada bulan Maret. Saatnya kita hadapi potensi ledakan inflasi yang banyak dipengaruhi sentimen perang iran dengan AS atau Israel serta gangguang cuaca (El Nino)," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More