Wali Kota Binjai Tak Mau Dengarkan Aspirasi Pendemo, Warga Kesal

Binjai, IDN Times - Seratusan masyarakat Pedagang Kaki Lima (PKL), sangat kecewa dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah. Sebab, orang nomor satu di Pemerintahan Kota (Pemko) Binjai tak kunjung menemui mereka guna berdialog menyampaikan aspirasi didepan kantornya Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (27/4/2026).
"Rencana pada Rabu tanggal 29 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, pak wali akan siap menerima para pedagang dan kita semua. Nanti pak wali akan menerima harapan-harapan para pedagang," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, usai berdialog dengan masyarakat.
1. Wali Kota tidak bisa temui demonstran karena tugas di luar kota

Dalam pertemuan, Chairin pun mengaku, jika dirinya tidak bisa membuat keputusan atas aksi yang dilakukan seratusan PKL. Sebab, dalam petemuan tidak menemukan titik terang. Karena warga pefagang hanya menginginkan untuk berjualan di lokasi semula.
Para PKL ini tergabung dari pedagang di Jalan Olahraga, Jalan Sudirman, dan Jalan Bandung, yang digusur oleh Satpol PP beberapa waktu yang lalu.
"Soal pedagang yang meminta tetap berjualan di lokasi yang kemarin ditertibkan, sudah kita catat dan nanti kita putuskan pada hari Rabu bersama pimpinan. Saya tidak bisa memutuskan pada hari ini," tegas Chairin.
2. Pedagang berharap ada solusi terbaik buat mereka dan bisa berjualan lagi

Salah satu perwakilan PKL Wak Maman, yang mengikuti pertemuan hanya bisa berharap agar Wali Kota Binjai bisa bertemu dengan mereka hari ini.
"Harapan kami dan saya pribadi, mohon kepada wali kota untuk bisa bertemu kami hari ini. Tapi kalau kami disuruh kembali lagi, seperti dialog yang kemarin di Kantor Camat Binjai Timur dan hasilnya sama. Gak jauh bedanya, gak ada keputusan," kata Wak Maman.
"Solusi yang diberikan pemko soal lokasi relokasi, semua PKL tidak setuju. Karena itu jauh dari pembeli, pernah kami pindah tapi gak laku. Kami mohon tetap berjualan di Jalan Olahraga, ada peraturan dan ditata, kami siap menjaganya," kata pria yang berjualan buah-buahan sembari mengaku jumlah PKL di Jalan Olahraga ada sebanyak 54 pedagang.
3. Sudah 25 hari pedagang tidak bisa berjualan dan menafkahi keluarga

Belum ketemunya titik terang tentang nasib para pedagang, membuat mereka sangat kecewa dan terus berteriak dan menyampaikan kekesalannya di depan ruang rapat III dan kantor pemko binjaj. Sebab, sudah hampir sebulan mereka tak bisa jualan untuk mencari uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
"Sudah 25 hari kami gak jualan. Katanya kalau membuat kesalahan boleh dijewer kupingnya. Mana sini dijewer kupingnya. Kasarnya Satpol PP ini, sudah kami simpan stelling kami tetap dikejar. Udah melebihi polisi kalian. Kami bukan pengedar narkoba atau menjual barang terlarang. Kami hanya ingin mencari makan dan bukan cari kaya," teriak pedagang lainnya.
Sebelum melakukan pertemuan, kekesalan para pedagang ini sempat diluapkan di depan kantor Pemko Binjai. Amir Hamzah, yang tak kunjung menemui demostran lantas berbuat anarkis. Meski mendapat pengawalan ketat dari Satpol PP dan kepolisian Polres Binjai. Seratusan massa mengamuk dan merobohkan pagar berharap tidak ada lagi perlakuan semena-mena yang dilakukan pemerintah daerah.


















