Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mendaftar Jadi Calon Ketua Umum HIPMI, Ini Profil Ade Jona Prasetyo

Mendaftar Jadi Calon Ketua Umum HIPMI, Ini Profil Ade Jona Prasetyo
Ade Jona selaku Anggota DPR RI komisi XII (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Ade Jona Prasetyo, politisi muda Gerindra asal Medan, resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 dengan nomor urut 2 dan mendapat dukungan dari delapan BPD HIPMI.

  • Berusia 34 tahun, Ade Jona memiliki pengalaman luas sebagai pengusaha, mantan Ketua HIPMI Sumut, anggota DPR RI Komisi XII, serta Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara periode 2024–2029.

  • Ia berkomitmen menjadikan HIPMI sebagai platform ekonomi anak muda yang kuat dan relevan untuk mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi, digitalisasi, dan pemberdayaan UMKM.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Politisi Gerindra asal Kota Medan, Ade Jona Prasetyo menjadi salah satu kandida Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026-2029.

Bagi anak Medan, nama Ade Jona tentu sudah tidak asing. Ia adalah orang dekat Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan pernah menjabat Ketua HIPMI Sumatera Utara saat Bobby masih menjabat Wali Kota Medan.

Pada awal April, ia resmi mengambil formulir pendaftaran kandidat Ketua Umum BPP HIMPI. Pada 24 April kemarin ia mengambil nomor urut dan mendapat nomor urut 2.

Bisa dibilang Ade Jona mengikuti jejak Ketum HIPMI saat ini, Akbar Himawan Buchari: Anak Medan yang meniti karir dari HIPMI Sumut dan ingin unjuk gigi di kancah nasional.

Berikut Profil Ade Jona Prasetyo, Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029 nomor urut 2:

1. Baru berusia 34 tahun tapi sudah kenyang pengalaman

Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumut sekaligus anggota DPR RI dan Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo (IDN Times/Indah Permata Sari)
Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumut sekaligus anggota DPR RI dan Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ade Jona Prasetyo adalah pengusaha dan politikus muda Indonesia dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia lahir di Medan pada 27 Juli 1992. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029. Ia mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara I.

Sebelum duduk di parlemen, Ade Jona aktif di dunia usaha. Ia menjabat sebagai komisaris dan direktur di sejumlah perusahaan nasional. Pengalaman ini membentuk pemahamannya terhadap ekonomi, lapangan kerja, dan pengelolaan bisnis. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan dan kewirausahaan.

Ade Jona pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara Periode 2021-2024. Peran ini memperkuat jejaringnya di kalangan pelaku usaha dan generasi muda. Di bidang politik, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming di Sumatera Utara pada Pemilu Presiden 2024.

Pada tahun yang sama, ia diangkat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara untuk periode 2024–2029.

2. Mendirikan beberapa perusahaan

Ade Jona bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution (dok.istimewa)
Ade Jona bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution (dok.istimewa)

Di dunia bisnis, pada tahun 2015, Ade Jona dan teman-temannya mendirikan PT Wirasena Cipta Reswara Grup dan dipercaya menjadi komisaris. Tiga tahun berikutnya, perusahaan ini membuka anak perusahaan yang diberi nama PT Sambas Wirasena Sinergi dan Ade diangkat sebagai Direktur Utama hingga saat ini.

Selain itu, Ade juga mendirikan PT Sangga Lima Saudara, dan berinvestasi di perusahaan pertambangan. Pada tahun 2020 ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Agung Sejahtera Utama.

Ia juga menjabat Bendahara Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumut. Ketuanya adalah Akbar Himawan Buchari sejak tahun 2017 hingga saat ini.

Ade Jona juga membantu Akbar Buchori di BPP HIPMI saat ini sebagai Wakil Bendahara Umum periode 2026-2029.

Di DPR RI, Ade Jona bertugas di Komisi XII. Komisi ini membidangi isu sosial strategis yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Sebagai legislator, ia fokus pada penguatan layanan kesehatan, ketenagakerjaan, dan pemberantasan narkoba. Ia dikenal aktif melakukan kunjungan kerja dan reses ke daerah pemilihannya. Pendekatan komunikatif menjadi ciri khasnya dalam menyerap aspirasi publik.

Ade Jona membawa semangat profesionalisme dan kolaborasi dalam menjalankan tugas legislasi. Ia berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Peranannya mencerminkan generasi baru politisi dengan latar belakang pengusaha dan kepemimpinan organisasi.

3.

Jelang Munas HIPMI, BPD Banten Dukung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum
Jelang Munas HIPMI, BPD Banten Dukung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum (Dok. Hipmi Banten)

Bagi Jona, ikhtiar menjadi Ketum Umum BPP HIPMI bukan hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan. Sebagai wadah pengusaha muda, ia ingin Hipmi ikut serta dalam mensukseskan Asta Cita untuk mensukseskan Indonesia Emas 2045.

"Pengusaha muda harus menjadi aktor utama di panggung Asta Cita yang diorkestrasi Presiden Prabowo Subianto," tegas Jona kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia juga berupaya menjadikan Hipmi sebagai platform kekuatan ekonomi anak muda Indonesia yang terkoneksi, terkapitalisasi, dan mendominasi pasar digital maupun global

Menurutnya, HIPMI bukan hanya sekadar organisasi, melainkan jaringan kekuatan ekonomi anak muda yang saling menguatkan. Sebab itu, HIPMI harus menjadi platform yang menciptakan perputaran usaha, permodalan, kolaborasi, dan ekonomi nyata bagi anggotanya.

Sebagai pengusaha yang didominasi UMKM, HIPMI juga harus berkontribusi terhadap target pertumbuhan 8 persen yang diusung Presiden. "HIPMI harus semakin relevan, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi anggota, UMKM, serta masyarakat luas," tutur Jona.

Langkah konkretnya, memastikan setiap kader HIPMI memiliki fondasi ekonomi yang nyata, baik dalam bentuk usaha, investasi yang sehat, maupun aset produktif yang memberikan nilai tambah. Dengan begitu, kaderisasi tidak hanya menghasilkan pemimpin organisasi, tetapi melahirkan pengusaha muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing

Jona mengatakan, HIPMI juga perlu mendorong anggotanya naik kelas, sehingga mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, upaya ini bisa membangun orientasi usaha yang lebih luas, bahkan perdagangan lintas negara.

"Dengan demikian, kader Hipmi diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha lokal, tetapi juga tumbuh sebagai pengusaha muda yang adaptif, berstandar, dan siap memasuki rantai nilai global," pungkasnya.

Kini ada delapan BPD HIPMI yang mendukung Jon, yakni BPD HIPMI Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Banten.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More